Harga Plastik di Tegal Tembus Rp55 Ribu, UMKM Didorong Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan
MENGGELAR-Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Tegal Sirat Mardinus didampingi staf menyampaikan keterangan kenaikan harga plastik yang naik di Kantor Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Tegal, Rabu 8 April 2026..-Meiwan Dani R-
TEGAL, radartegal.com– Lonjakan harga plastik pembungkus makanan di Kota Tegal mulai menekan keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kenaikan yang mencapai lebih dari 70% ini memaksa para pelaku usaha untuk memutar otak demi menjaga margin keuntungan.
Lonjakan harga plastik: Dari Rp32.000 ke Rp55.000
Kenaikan harga plastik di pasar lokal terpantau sangat signifikan. Berikut adalah perbandingannya:
- Plastik Pembungkus naik dari harga Rp32.000 menjadi Rp55.000 atau naik 72 persen
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Tegal Sirat Mardinus, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh ketergantungan pada bahan baku impor yang harganya fluktuatif di pasar global.
"Karena bahan bakunya berasal dari luar negeri, otomatis ketika harga naik, kita di daerah juga ikut terdampak. Ini adalah faktor eksternal yang sulit dihindari," ujar Sirat.
BACA JUGA: Resmikan Mesin RVM di Plaza Indonesia, Aksi Nyata Sharp Kurangi Sampah Plastik
BACA JUGA: LinkUMKM BRI Dorong JJC Rumah Jahit Naik Kelas dengan Mengembangkan Fesyen Wastra Eksklusif
Dampak Langsung bagi Pelaku UMKM Kuliner
Bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner, plastik bukan sekadar pelengkap, melainkan komponen biaya produksi utama. Dampak yang dirasakan antara lain:
- Penyusutan Margin Keuntungan: Pelaku usaha terpaksa menanggung beban biaya tanpa langsung menaikkan harga jual.
- Kenaikan Harga Produk: Sebagian pedagang mulai menyesuaikan harga jual ke konsumen untuk menutupi biaya operasional.
- Eksperimen Bahan Baru: Adanya urgensi untuk mencari material pengganti yang lebih murah.
Solusi Strategis: Beralih ke Kemasan Alternatif
Menanggapi krisis ini, Pemerintah Kota Tegal mendorong transisi besar-besaran menuju kemasan yang lebih ekonomis dan berkelanjutan. Strategi ini dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk melepaskan diri dari ketergantungan plastik berbasis minyak bumi.
Rekomendasi Kemasan Alternatif untuk UMKM:
- Kertas Minyak & Food Grade Paper: Lebih terjangkau dan mudah didapat.
- Daun Pisang: Memberikan nilai estetika tradisional dan aroma khas pada makanan.
- Kemasan Biodegradable: Material berbahan singkong atau jagung yang mulai kompetitif secara harga.
BACA JUGA: Di Balik Kuatnya UMKM, Ada Masalah Digital yang Terabaikan
BACA JUGA: Bukan Kurang Potensi, UMKM Kita Kekurangan Pendampingan Digital
"Ini bisa jadi momentum bagi pelaku usaha untuk berinovasi. Selain menekan biaya, juga bisa meningkatkan daya tarik produk karena lebih peduli lingkungan," tambah Sirat.
Harapan Pelaku Usaha
Meski beberapa pelaku UMKM di Tegal mulai beradaptasi dengan menggunakan kertas minyak dan daun, mereka tetap berharap ada langkah nyata dari pemerintah.
Tiga poin utama yang diharapkan pelaku usaha adalah:
- Stabilisasi Harga: Intervensi pasar untuk menjaga harga bahan pokok kemasan.
- Akses Bahan Alternatif: Kemudahan mendapatkan suplai kemasan ramah lingkungan dengan harga grosir.
- Pelatihan Inovasi: Pendampingan cara pengemasan kreatif tanpa plastik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




