Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Ingatkan Program Saba Latar Tidak Hanya Seremoni
DUKUNGAN - Sekretaris Komisi IV DPRD Bagus Maulana Sakti memberikan dukungannya pada program Saba Latar dari Dinas Dikbud Kabupaten Tegal.-Dok. Humas Pemkab Tegal-
SLAWI, radartegal.com - Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Bagus Maulana Sakti memberikan apresiasi atas Program Saba Latar (Sabtu Baca Literasi Anak Pintar) yang digulirkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas Dikbud) Kabupaten Tegal.
Program Saba Latar sendiri merupakan program unggulan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal dimana pada setiap hari Sabtu, siswa diwajibkan mengikuti kegiatan literasi untuk membangun budaya membaca sejak dini.
Bagus berharap program tersebut tidak berhenti hanya di kegiatan seremonial saja, namun harus ada langkah nyata agar program literasi tersebut berdampak langsung pada peningkatan minat baca siswa. Menurutnya, kewajiban tanpa penguatan sistem hanya akan menjadikan program ini rutinitas tanpa makna.
Program Saba Latar ini diluncurkan oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, sebagai bagian dari gerakan Tegal Berinovasi yang diterapkan pada 681 SD dan 117 SMP.
BACA JUGA:Pemkab Tegal Bersama Brebes dan Kota Tegal Siapkan PSEL di Margasari
Lebih lanjut, politisi dari Fraksi Golkar dari Dapil 4 tersebut mengingatkan adanya tantangan literasi yang semakin besar di tengah arus digitalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat.
“Era digitalisasi dan kemajuan teknologi ini menuntut kita lebih serius meningkatkan minat baca peserta didik. Meski demikian kita juga harus jujur, bahwa infrastruktur yang ada masih menjadi kendala dan ini harus dibenahi,” kata Bagus pada Minggu (1/3/2026).
Bagus menegaskan bahwa harus ada monitoring dan evaluasi agar program tersebut benar-benar maksimal dan berdampak. Di sisi lain, Ia menyoroti kondisi perpustakaan sekolah yang dinilai belum optimal. Ia menilai keterbatasan koleksi buku serta sarana yang kurang representatif inilah yang menjadi salah satu faktor rendahnya minat kunjungan siswa.
“Sepertinya perpustakaan di sekolah kurang diminati dan kurang dimanfaatkan sebagaimana fungsinya. Bisa jadi karena koleksi bukunya terbatas, sehingga anak-anak kurang tertarik berkunjung,” ujar Bagus.
BACA JUGA:Puting Beliung Terjang Sigedong Tegal: 18 Rumah Rusak di Lereng Gunung Slamet
BACA JUGA:Volume Sampah Lebaran Tegal Diprediksi Naik 2 Kali Lipat, DLH Siapkan 10 Rit Truk
Untuk itu Komisi IV akan mendorong pembenahan infrastruktur perpustakaan sekolah secara lebih serius. Ia menilai penting adanya sinergitas antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal untuk memperluas akses literasi.
Lebih lanjut Bagus menyampaikan gagasannya tentang inovasi pendekatan kreatif agar program Saba Latar lebih menarik bagi siswa, misalnya dengan menghadirkan figur inspiratif dari kalangan alumni sekolah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

