Minim Alat dan Armada Tua, Damkar Kabupaten Tegal Butuh Peremajaan
BERJUANG - Petugas Damkar Kabupaten Tegal saat berjuang memadamkan kebakaran. Bupati Tegal pastikan rencana penambahan armada pemadam kebakaran baru usai fasilitas uzur. -Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-
SLAWI, radartegal.com - Kondisi sarana penanggulangan bencana di Kabupaten Tegal memprihatinkan akibat fasilitas penunjang yang sudah tidak memadai. Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman memastikan pemerintah daerah merencanakan penambahan unit armada baru pemadam kebakaran. Kendati demikian, langkah eksekusi pengadaan fasilitas ini tetap mempertimbangkan kapasitas ruang fiskal daerah.
Kepastian peremajaan sarana keselamatan ini hadir usai fasilitas operasional Damkar Kabupaten Tegal menuai sorotan. Selain usia kendaraan operasional yang tua, kelengkapan alat pelindung diri bagi personel keselamatan di lapangan dilaporkan sangat minim.
"Beberapa waktu lalu saat ada agenda di Jakarta saya sempat melihat pameran mobil damkar. Memang kami sudah memiliki rencana untuk menambah armada pemadam kebakaran," kata Bupati Ischak, saat menyerahkan bantuan kepada keluarga korban rumah terbakar di Desa Pekauman Kulon, Kecamatan Dukuhturi, Senin (3/8/2026).
Ringkasan Cepat
- Rencana Pembelian: Pemkab Tegal merencanakan penambahan armada dan peralatan medis-keselamatan baru bagi Damkar.
- Kondisi Eksisting: Petugas hanya ditopang 5 unit mobil pemadam uzur untuk melayani seluruh wilayah kabupaten.
- Kendala Peralatan: Baju tahan api absen, baju tahan panas terbatas, helm rusak, dan breathing apparatus berkarat.
- Faktor Penentu: Realisasi peremajaan total bergantung pada kapasitas serta kemampuan keuangan daerah.
- Solusi Sementara: Efektivitas penanganan mengandalkan kolaborasi lintas daerah bersama Damkar Kota Tegal.
BACA JUGA:Edukasi Keselamatan, Ratusan Siswa SMP Ma'arif NU Dukuhwaru Tegal Digembleng Damkar
BACA JUGA:Kebakaran Hutan Terjadi di Bukit Gombong Kiriman Beluk Pemalang, Damkar Antisipasi Insiden Susulan
Strategi Penempatan Armada dan Sinergi Lintas Daerah
Langkah pemetaan wilayah operasional telah dijalankan guna memangkas durasi respons penanganan kebakaran. Saat ini armada ditempatkan secara menyebar di titik vital, mencakup area Pantura, Slawi, Adiwerna, hingga wilayah selatan.
Pemerintah daerah tidak memungkiri bahwa koordinasi dengan wilayah sekitar menjadi kunci keberhasilan saat menghadapi musibah berintegrasi besar. Sinergi antara Damkar Kabupaten Tegal dan Damkar Kota Tegal berjalan aktif dan saling bahu-membahu dalam skenario darurat.
Kolaborasi ini terbukti saat insiden kebakaran hebat melanda pemukiman warga Desa Pekauman Kulon, Kecamatan Dukuhturi. Dalam insiden fatal yang menelan korban jiwa tersebut, bantuan armada dari Kota Tegal diterjunkan langsung ke lokasi.
"Alhamdulillah kalau terjadi kebakaran besar di Kabupaten Tegal biasanya dibantu Damkar Kota Tegal. Begitu juga sebaliknya, kalau Kota Tegal membutuhkan bantuan, kami juga siap membantu," ucap Ischak.
BACA JUGA:Kebakaran di Pagerbarang Tegal: Rumah Warga Hangus Dini Hari, Damkar Berjibaku Dua Jam
BACA JUGA:Detik-detik Tukang di Mintaragen Tegal Terjatuh dari Atap Gym, Damkar Butuh 1 Jam untuk Evakuasi
Peremajaan Total Menunggu Kesiapan Anggaran Daerah
Proses belanja sarana dan prasarana penunjang keselamatan tidak bisa diputuskan secara mendadak. Pemkab Tegal mengkaji secara ketat kesiapan postur APBD agar alokasi dana belanja kendaraan tetap proporsional.
Rencana pembaruan sarana ini mencakup pemenuhan kelengkapan keselamatan standar penanggulangan kebakaran. Pemerintah menargetkan ketersediaan baju tahan panas, helm pelindung, sepatu khusus, hingga breathing apparatus baru bagi seluruh regu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


