Brigadir J Dituding Lakukan Pelecehan Seks, Kakak Kandung Minta Rekaman CCTV Dibuka

Brigadir J Dituding Lakukan Pelecehan Seks, Kakak Kandung Minta Rekaman CCTV Dibuka

Pemakaman Brigadir J tanpa upacara Kepolisian.--

JAKARTA – Sebelum baku tembak dengan ajudan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir J atau Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat disebut melecehkan istri Kadiv Propam.

Hal ini seperti diungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan yang mengatakan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat sempat melecehkan istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. 

Namun, kakak kandung Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat, Yuni Hutabarat, mengaku tak yakin korban melakukan pelecehan seks pada istri Kadiv Propam Polri. 

Karenanya, keluarga meminta rekaman CCTV dibuka.

“Saya tak yakin ya dengan keterangan itu. Saya butuh hasil bukti autentiknya seperti CCTV ya, kalau memang adik saya telah melakukan perbuatan itu,” ujar Yuni Hutabarat kepada wartawan, Senin (11/7).

Selama polisi belum bisa memberikan bukti atas keterangan bahwa Brigpol Nopryansah melakukan pelecehan, maka keluarga tetap tidak akan percaya.

“Jika itu ada buktinya mungkin kami bisa menerimanya, tetapi ketika kami nanya dengan salah satu utusan Polri dari Mabes di Jakarta juga ketika kami minta bukti CCTV-nya, disebut jika CCTV tidak ada,” katanya.

Dia menilai dugaan adiknya Brigpol Nopryansah Hutabarat melecehkan istri Kadiv Propam hanya mengada-ada jika tak disertai bukti dan fakta.

“Saya rasa sesuatu yang disebutkan tanpa bukti nyata itu kan sama saja seperti hal mengada-ada ya,” katanya.

“Kami di sini butuh bukti nyata, mustahil kan di rumah dinas seorang jenderal tidak ada CCTV-nya,” tegas Yuni Hutabarat kakak kandung Brigpol Nopryansah Josua Hutabarat ini.

Sementara itu, ibu kandung Brigpol Nofryansah Hutabarat mengaku tak kuasa mendengar tragedi yang menimpa putranya.

Saat tiba di rumah duka, keluarga Brigpol Nofryansah awalnya tidak diperbolehkan untuk melihat kondisi korban Brigpol Nopryansah.

Namun, ibu korban Brigpol Nofryansah bersikukuh untuk melihat kondisi anaknya sebelum dimakamkan hari ini Senin (11/7).

Saat itulah, keluarga Brigpol Nofryansah melihat tubuh korban telah penuh luka tembak dan ada sayatan.

Sumber: pojoksatu.id