Nama Soeharto Hilang di Keppres Serangan Umum 1 Maret, Mahfud MD Bilang Begini

Nama Soeharto Hilang di Keppres Serangan Umum 1 Maret, Mahfud MD Bilang Begini

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akhirnya buka suara soal hilangnya nama Jenderal Besar H.M. Soeharto dalam Keputusan Presiden (Keppres) tentang Serangan Umum 1 Maret 1949.

Menurutnya, nama H.M. Soeharto dan nama tokoh lainnya sama sekali tidak dihilangkan.

“Keppres tersebut tidak menghilangkan nama Soeharto dan lain-lain dalam SU 1 Maret 1949,” jelas mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Sama halnya dengan naskah teks proklamasi 1945 yang tercantum hanya nama Soekarno-Hatta, sedangkan masih banyak pendiri bangsa lainnya yang tidak dimuat dalam naskah tersebut.

“Sama dengan naskah Proklamasi 1945. Hanya menyebut Soekarno-Hatta dari puluhan founding parents lainnya,” kata Mahfud.

Dalam konsiderans, lanjut dia, memang telah dituliskan beberapa nama yang dinyatakan sebagai penggerak dan penggagas.

“Di dalam konsiderans ditulis nama HB IX, Soekarno, Hatta, dan Sudirman, sebagai penggagas dan penggerak,” tutur Mahfud. 

“Keppres tersebut bukan buku sejarah, melainkan penetapan atas satu titik krusial sejarah,” tulis Mahfud MD, Kamis (3/3).
 
Peran Pak Harto–sapaan akrab presiden ke-2 RI HM Soeharto–dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tetap tercantum pada naskah akademik keppres.

“Nama dan peran Soeharto disebutkan di naskah akademik keppres yang sumbernya komprehensif,” ucapnya dikutip dari Antara. 

Mahfud menegaskan kembali bahwa Pak Harto, Nasution, dan yang lainnya tetap tercantum dalam naskah akademik meskipun tidak dalam Keppres SU 1 Maret 1949. (ima/rtc)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: