Pengacara Habib Rizieq Shihab Prihatin KAMI Dibubarkan, Gatot Disebut Ditolak dan Dipermalukan

Pengacara Habib Rizieq Shihab Prihatin KAMI Dibubarkan, Gatot Disebut Ditolak dan Dipermalukan

Pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS) yakni Damai Hari Lubis ikut prihatin dengan apa yang dialami Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya.

Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB) yang juga Mujahid 212 ini menyatakan, penolakan oleh sekelompok massa terhadap silaturahmi  semestinya tidak perlu terjadi. 

Diketahui, silaturahmi KAMI dihadiri langsung oleh Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. Namun, hal itu mendapat penolakan dari massa yang mengatasnamakan Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA).

Tidak hanya massa yang menolak, Damai Hari Lubis juga menyoroti sikap aparat kepolisian yang akhirnya membubarkan KAMI di Jalan Jambangan Kebon Agung Kota Surabaya, Jawa Timur.

"Terkait Gatot Nurmantyo yang dipermalukan ketika sedang orasi di sebuah forum, oleh oknum yang mengaku polisi, maka Mujahid 212 cukup prihatin," ujar Damai Hari Lubis dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/9).

Dia menilai bahwa sikap aparat kepolisian tersebut tidak bijak.

"Di mana letak kedaulatan serta kebebasan yang dijamin oleh konstitusi? UU kita menjamin dan memberikan peluang terkait hak WNI, tentang menyampaikan pendapat di muka umum, baik secara lisan maupun tertulis," tegas Damai.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan seorang  menggunakan kemeja berwarna putih dan celana warna hitam bermasker berdiri di samping Gatot yang sedang berada di atas mimbar.

Pria tersebut menyampaikan bahwa di depan gedung deklarasi sedang ada aksi massa dari Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA). Pria tersebut meminta agar massa deklarasi membubarkan diri.

Lantas, Gatot pun menjelaskan bahwa pria tersebut merupakan pihak kepolisian dari Polda Jawa Timur.

"Jadi Bapak-Ibu sekalian, ini bapak dari Polda dari kepolisian. Saya katakan bahwa KAMI ini adalah organisasi yang konstitusional, kalau kita dibubarkan, di sana juga bubar, mari kita bubar. Ikuti apa yang disampaikan oleh aparat kepolisian. Jadi jangan ada komentar, beliau bertugas, kita sama-sama junjung tinggi apa yang dilaksanakan," kata Gatot sambil meninggalkan mimbar. (rmol.id/ima)

Sumber: