Gandeng Kementerian LH dan Kehutanan, Pemerintah Siapkan 4 Juta Hektare Lahan

Gandeng Kementerian LH dan Kehutanan, Pemerintah Siapkan 4 Juta Hektare Lahan

Pemerintah menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyiapkan empat juta hektare lahan. Ini akan dibagikan pada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dengan mendirikan Koperasi Pangan. 

Bupati Tegal Umi Azizah, Kamis (16/7) mengatakan, menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, ketahanan pangan menjadi salah satu isu krusial dunia. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lewat Food and Agriculture Organization (FAO) sendiri telah memperingatkan akan terjadi krisis pangan yang bisa dialami banyak negara. Pemerintah Indonesia merespon peringatan tersebut dengan menginstruksikan pemerintah daerah supaya bisa menyiapkan lahan untuk pertanian. 

Pemerintah saat ini sedang memformulasikan model koperasi pangan di perhutanan sosial di mana setiap kepala keluarga akan mendapatkan lahan garapan seluas dua hektare. 

"Lahan tersebut berasal dari empat juta hektare yang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan yang nantinya pemerintah akan menggandeng PT Perhutani untuk menggarap lahan tersebut," katanya.

Dirinya minta nanti dari dinas bisa segera menindaklanjuti kebijakan pemerintah tersebut dan menyampaikan laporannya tentang keberadaan koperasi di sektor pangan yang kondisinya memprihatinkan. Sebelum melangkah dan mengakses peluang yang ada, dinas bisa memetakan terlebih dahulu koperasi yang ada di sektor pangan.

"Melihat hal itu, dengan kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan berakibat pertumbuhan sektor konsumsi melambat akibatnya daya beli masyarakat yang melemah," tambahnya. 

Oleh karenanya, lanjut Umi Azizah, dirinya meminta supaya jaringan koperasi harus diperkuat dengan mengutamakan dan memanfaatkan aliran pasokan pangan dari desa ke kota. Ketahanan usaha koperasi juga bisa diperkuat dengan penyaluran permodalan dan digitalisasi dengan tujuan supaya koperasi berkesempatan memperluas jaringnya.

Di samping itu, harus ada dorongan supaya koperasi membangun proses bisnis yang akuntabel dan efisien. Digitalisasi ini bisa dimulai dari elektronifikasi pencatatan laporan keuangan dan transaksi di koperasi hingga mengkoneksikannya pada sistem big data yang terhubung dengan jaringan internet.

Dirinya berharap, supaya Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM dalam melakukan pembinaan harus sudah digitalisasi agar bisa diakses kapan saja, dari mana saja secara cepat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal Suspriyanti mengatakan, tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah untuk menjaga semangat berkoperasi untuk mewujudkan ekonomi rakyat berdaulat bersama anggota yang sehat dan koperasi yang kuat.

Dalam kegiatan itu pula, dinas menyiapkan sembako untuk disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu. (guh/ima)

Sumber: