Gunung Merapi Siaga, Sepekan 7 Kali Terjadi Awan Panas Guguran

Gunung Merapi Siaga, Sepekan 7 Kali Terjadi Awan Panas Guguran

AWAN PANAS - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran hingga 1,5 km, Minggu (12/4/2026) pagi, BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi zona bahaya karena aktivitas masih tinggi.-BPPTKG-

YOGYAKARTA, radartegal.com - Status Gunung Merapi belum juga turun, masih pada level siaga. Dalam waktu sepekan terakhir, tercatat terjadi awan panas guguran.

Hal ini tercatat dalam laporan aktivitas Merapi periode 10–16 April 2026 yang disampaikan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso.

“Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga,” terang Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu 18 April 2026.

Awan Panas Guguran Gunung Merapi

Dari pengamatan, tercatat awan panas guguran meluncur sejauh maksimal 2 kilometer ke arah barat daya. Tepatnya di hulu Kali Boyong, Kali Bebeng, dan Kali Sat atau Putih.

BACA JUGA:Suhu Kawah Gunung Slamet Tembus 464°C, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup

BACA JUGA:Puting Beliung Terjang Sigedong Tegal: 18 Rumah Rusak di Lereng Gunung Slamet

Tidak hanya itu, aktivitas guguran lava Gunung Merapi juga masih dominan. BPPTKG menyebut, puluhan hingga ratusan kejadian guguran lava di sejumlah alur sungai.

“Tercatat 11 kali guguran ke arah Kali Boyong, 85 kali ke Kali Krasak, 15 kali ke Kali Bebeng, dan 125 kali ke Kali Sat atau Putih, dengan jarak luncur mencapai 2 kilometer,” jelasnya.

Ancaman Bahaya

Selain itu, sambung Agus, hasil pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran di dalam kawasan rawan bencana.

BPPTKG mengungkapkan potensi bahaya masih mengancam wilayah di sektor selatan–barat daya dan tenggara.

BACA JUGA:Kunker di Tegal, Titiek Soeharto Dukung Integrasi Pengelolaan Lereng Gunung Slamet

BACA JUGA:Tandai Kick Off Pemulihan Ekosistem Taman Nasional Gunung Merapi, 650 Bibit Pohon Ditanam

BACA JUGA:Pesona Air Terjun Kedung Kayang, Wisata Magelang dengan View Merapi

“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: