Suhu Kawah Gunung Slamet Tembus 464°C, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup

Suhu Kawah Gunung Slamet Tembus 464°C, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup

SUHU MELONJAK- Sabtu, 4 April 2026, terjadi lonjakan suhu kawah yang ekstrem memaksa penutupan mendadak seluruh jalur pendakian Gunung Slamet.--

radartegal.com– Sabtu, 4 April 2026, terjadi lonjakan suhu kawah yang ekstrem memaksa penutupan mendadak seluruh jalur pendakian Gunung Slamet. Langkah evakuasi dilakukan menyusul data Badan Geologi yang menunjukkan peningkatan tekanan magma di bawah kawah.

Ringkasan Kejadian

  • Status Jalur: Ditutup Total (Semua jalur lingkar Slamet).
  • Penyebab: suhu kawah melonjak dari normal (<200°C) menjadi 464°C.
  • Radius Aman: Dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak.
  • Status Gunung: Level II (Waspada).

Kronologi Penutupan dan Evakuasi Pendaki

Penutupan ini diberlakukan secara merata di seluruh pintu masuk, termasuk jalur Kaliwadas, Bambangan, hingga Baturraden. Petugas gabungan melakukan aksi "jemput bola" dengan mendatangi pendaki yang masih berada di jalur untuk diminta melakukan evakuasi mandiri.

Dalam video unggahan akun Instagram @mount_slamet_3428mdpl, terlihat petugas menyisir pos-pos pendakian.

BACA JUGA: Puting Beliung Terjang Sigedong Tegal: 18 Rumah Rusak di Lereng Gunung Slamet

BACA JUGA: Kunker di Tegal, Titiek Soeharto Dukung Integrasi Pengelolaan Lereng Gunung Slamet

"Demi keselamatan, kami informasikan bahwa jalur pendakian ditutup dan pendaki diminta segera turun," ujar salah satu petugas di lapangan.

Mengapa Suhu Kawah Gunung Slamet Meningkat Tajam?

Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria, menjelaskan bahwa pengamatan visual sejak 3 April 2026 menunjukkan hembusan gas putih setinggi 300 meter. Berdasarkan data termal dan kegempaan, ditemukan anomali signifikan:

  • Lonjakan Suhu Ekstrem: Suhu maksimum yang biasanya stagnan di bawah 200°C, melonjak menjadi 411,2°C pada 3 April, dan mencapai puncaknya di 464°C pada 4 April 2026.
  • Peningkatan Tekanan Magma: Terdeteksi adanya pergerakan fluida ke kedalaman yang lebih dangkal (inflasi), yang memicu peningkatan tekanan di bawah tubuh gunung.
  • Aktivitas kegempaan: Tercatat ratusan gempa hembusan dan frekuensi rendah dalam periode dua pekan terakhir.

Penutupan Seluruh Jalur Lingkar Slamet

Dikutip dari Radar Banyumas, Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat Sugeng Utomo, menegaskan bahwa penutupan ini bersifat antisipatif untuk meminimalkan risiko erupsi mendadak.

BACA JUGA: Selamatkan Hutan, Presidium Gunung Slamet Audiensi ke DPRD Brebes

BACA JUGA: Ironis! Warga dan Wisata Guci Tegal di Lereng Gunung Slamet Justru Krisis Air Bersih

"Seluruhnya lingkar Slamet ditutup. Kemarin jalur Kaliwadas yang sempat bertahan pun akhirnya ikut ditutup demi keamanan pendaki," jelas Sugeng, Minggu 5 April 2026.

Meskipun status masih berada di Level II (Waspada), pengelola tidak ingin mengambil risiko karena sebaran panas di sekitar kawah terus meluas.

Kapan Pendakian Gunung Slamet Dibuka Kembali?

Pihak pengelola menetapkan indikator keamanan berdasarkan suhu kawah. Jalur pendakian baru akan dipertimbangkan untuk dibuka kembali jika:

  • Suhu kawah kembali stabil di bawah 200°C.
  • Aktivitas kegempaan menurun secara konsisten.
  • Ada rekomendasi resmi terbaru dari PVMBG/Badan Geologi.

BACA JUGA: Banjir dan Longsor di Lereng Gunung Slamet, Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: