Asyiiik! Program Beras Paceklik Nelayan Tegal Cair, Sasar 1.500 Penerima Manfaat

Asyiiik! Program Beras Paceklik Nelayan Tegal Cair, Sasar 1.500 Penerima Manfaat

BERSANDAR - Sejumlah kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Larangan, Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Program beras paceklik nelayan Tegal segera dicairkan Pemerintah Kabupaten.-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-

SLAWI, radartegal.com - Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi kerap memaksa para nelayan di pesisir utara untuk menyandarkan kapal mereka. Kondisi ini secara otomatis memutus mata pencaharian harian dan mengancam ketahanan pangan keluarga mereka.

Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal kembali menyalurkan Program Beras Paceklik Nelayan pada tahun 2026. Langkah ini menjadi bantalan sosial yang krusial saat laut tidak lagi bersahabat untuk diarungi.

Pemerintah daerah berharap intervensi ini mampu menjaga stabilitas pangan di tingkat rumah tangga. Skema perlindungan ini dirancang agar masyarakat pesisir tidak rentan terhadap gejolak ekonomi musiman.

Jaring Pengaman untuk 1.500 Nelayan Kecil Tegal

Melalui Dinas Sosial Kabupaten Tegal, sebanyak 1.500 nelayan dipastikan akan menerima bantuan beras berkualitas premium. Masing-masing penerima manfaat dijadwalkan mengantongi 10 kilogram beras.

BACA JUGA:Muara Dangkal, Nelayan Pantai Larangan Tegal Menjerit Tangkapan Anjlok

BACA JUGA:Risiko Melaut Tinggi, 2.000 Nelayan Kabupaten Tegal Dapat Jaminan Sosial

Upaya ini berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang spesifik. Fokusnya adalah menjaga ketersediaan pangan keluarga nelayan sewaktu mereka kehilangan pendapatan akibat perubahan iklim dan cuaca buruk.

Distribusi logistik pangan ini ditargetkan langsung kepada kelompok yang paling rentan. Pemerintah ingin memastikan tidak ada warga pesisir yang telantar saat paceklik tiba.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Bantuan?

Program bantuan sosial ini memang dikhususkan bagi pekerja laut berskala kecil. Kriteria penerima mencakup nelayan tradisional, buruh nelayan, hingga pemilik kapal di bawah 70 gross ton (GT).

Kelompok tersebut dinilai paling merasakan dampak ketika ombak tinggi melanda. Ketiadaan modal cadangan membuat mereka kesulitan bertahan hidup saat tidak bisa melaut.

BACA JUGA:Tilik Desa Tahun 2026 di Desa Suradadi: Warga Usul Pelabuhan Nelayan 30 GT di Tegal

BACA JUGA:Belum Ditemukan, Pencarian Nelayan Pemalang yang Hilang Masih Berlangsung

Pekerja Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Wibowo, memberikan penjelasan resmi terkait kebijakan ini. Keterangan tersebut mewakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Tri Guntoro.

"Program ini merupakan bantuan sosial khusus bagi nelayan yang kehilangan mata pencaharian sementara akibat cuaca buruk, perubahan iklim, maupun musim paceklik," ujar Wibowo, Kamis (16/7/2026).

Alokasi Anggaran dan Keberlanjutan Program Beras Paceklik Nelayan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: