Asyiiik! Program Beras Paceklik Nelayan Tegal Cair, Sasar 1.500 Penerima Manfaat

Asyiiik! Program Beras Paceklik Nelayan Tegal Cair, Sasar 1.500 Penerima Manfaat

BERSANDAR - Sejumlah kapal nelayan bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Larangan, Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Program beras paceklik nelayan Tegal segera dicairkan Pemerintah Kabupaten.-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-

BACA JUGA:Nelayan Tegal Bisa Tenang, Stok Solar Subsidi Jateng dan DIY 14,4 Kali Lipat dari Konsumsi Normal

Wibowo menerangkan bahwa dinamika data tersebut dipengaruhi oleh dinamika internal komunitas nelayan sendiri. Ada beberapa faktor utama yang melatarbelakangi perubahan ini.

Beberapa penyebabnya meliputi perpindahan domisili, pergantian anak buah kapal (ABK), hingga nelayan yang meninggal dunia. Status kepemilikan kapal yang berubah juga ikut memengaruhi hasil verifikasi.

Oleh karena itu, tahapan verifikasi ketat wajib dilalui oleh seluruh calon penerima melalui Dinas Perikanan. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya penyaluran ganda dan memastikan ketepatan sasaran.

Uniknya, Program Beras Paceklik Nelayan ini sama sekali tidak merujuk pada basis data bantuan sosial nasional. Penentuan penerima murni berbasis kondisi faktual nelayan yang terjebak cuaca ekstrem di daerah.

BACA JUGA:Harga Solar Industri Meroket Kapal Nelayan Jateng Diikat, Gubernur Janji Kawal Aspirasi ke Pusat

BACA JUGA:Permudah Layanan Perizinan, DPMPTSP Datangi Nelayan di Brebes

Rencana Digitalisasi dan Evaluasi Distribusi Logistik

Melirik pada rekam jejak tahun lalu, skema bantuan serupa sukses menjangkau 1.500 nelayan di lima kecamatan. Sistem pengadaan barang kala itu menggandeng penyedia yang bermitra resmi dengan Bulog.

Untuk lokasi penyaluran, pemerintah memusatkannya di tiga titik strategis. Momentum peluncuran perdana kala itu dilaksanakan di wilayah Kecamatan Suradadi.

Kini, fokus evaluasi diarahkan pada penguatan koordinasi antarpetugas lapangan serta penyempurnaan validasi data. Skema penyaluran juga akan dibuat lebih ringkas dari sebelumnya.

Pemerintah Kabupaten Tegal bahkan berencana menerapkan digitalisasi sistem administrasi. Langkah modernisasi ini diharapkan mampu mempercepat birokrasi pengiriman logistik ke tangan warga.

BACA JUGA:Percepat Ekonomi Pesisir Kabupaten Tegal, Bupati Usul Kampung Nelayan ke KKP

BACA JUGA:BBM Non Subsidi Naik, Nelayan di Kota Tegal Pilih Parkir Kapal

"Kami berharap Program Beras Paceklik Nelayan dapat terus berlanjut sebagai bentuk perlindungan sosial bagi nelayan yang terdampak cuaca ekstrem. Ke depan kami juga ingin proses pengadaan lebih cepat dan data penerima semakin akurat melalui digitalisasi sehingga bantuan benar-benar diterima oleh nelayan yang membutuhkan," pungkas Wibowo.

Dengan mitigasi yang matang, dampak buruk dari paceklik musiman diharapkan dapat ditekan serendah mungkin. Nelayan Tegal pun memiliki jaminan pangan yang pasti saat ombak tinggi datang melanda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: