Mitos Bersiul di Malam Hari dan Kaitannya dengan Makhluk Halus

Mitos Bersiul di Malam Hari dan Kaitannya dengan Makhluk Halus

Ini dia mitos bersiul di malam hari ini yang jarang orang tahu.-freepik/radartegal.disway.id-

Mitos bersiul di malam hari ternyata memiliki banyak versi dan tafsir yang berbeda tergantung wilayahnya. Beberapa keyakinan yang berkembang di berbagai daerah di antaranya:

Siulan dipercaya bisa menjadi sinyal bagi roh-roh gentayangan untuk datang ke tempat tinggal manusia.

  • Pertanda gangguan jin

Bila siulan malam dibalas suara dari arah tidak jelas, diyakini sebagai pertanda bahwa jin sedang merespons panggilan tersebut.

  • Membawa energi negatif

Bersiul saat malam dipercaya bisa mengundang kesialan, gangguan tidur, atau bahkan mimpi buruk bagi si peniup siulan maupun penghuni rumah lainnya.

BACA JUGA: Mitos di Balik Kerokan, Benarkah Bisa Sembuhkan Masuk Angin? Ini Penjelasannya

BACA JUGA: Mitos Bulu Mata Jatuh di Berbagai Budaya, Pertanda Buruk atau Baik?

  • Membuka ‘pintu gaib’

Dalam beberapa kepercayaan spiritual, suara tertentu dipercaya bisa membuka dimensi lain yang memungkinkan interaksi dengan makhluk astral.

Kepercayaan semacam ini tak hanya berlaku dalam konteks spiritual, tapi juga menyentuh aspek moral dan tata krama.

Dalam budaya Timur yang menjunjung tinggi sopan santun, bersiul di malam hari kerap dianggap sebagai perilaku tidak sopan, terutama jika dilakukan di lingkungan permukiman.

Perspektif Sosial 

Di luar kepercayaan mistis, larangan bersiul malam hari juga dapat dijelaskan secara rasional. Pada masa lalu, masyarakat hidup dalam lingkungan yang sunyi di malam hari.

BACA JUGA: Mitos Membuka Payung di Dalam Rumah, Bisa Datangkan Kesialan?

BACA JUGA: Mitos Warga di Kuningan Dilarang Makan Gambas, Apa Akibatnya

Siulan, yang memiliki karakter suara tajam dan menusuk, bisa dengan mudah memecah keheningan dan mengganggu warga yang sedang beristirahat atau beribadah.

Oleh karena itu, larangan tersebut kemungkinan muncul sebagai bentuk norma sosial demi menjaga ketenangan malam.

Lebih dari itu, siulan pada masa kolonial atau masa perang juga sering digunakan sebagai kode komunikasi rahasia antar kelompok atau pasukan, sebagaimana dijelaskan dalam buku The Secret World: A History of Intelligence karya Christopher Andrew (2018).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: