TEGAL, radartegal.com - Program Pascasarjana Universitas Pancasakti Tegal (UPS) menggelar yudisium calon wisudawan magister (S2) tahun akademik 2025/2026. Kegiatan yang mengambil tema "Lulusan Pascasarjana unggul, berintegritas dan Inovatif untuk mewujudkan Transformasi strategis berkelanjutan" itu, digelar di Aula kampus 2, Jalan Perintis Kemerdekaan Tegal, Sabtu, 19 September 2026.
Kegiatan diikuti 115 calon wisudawan yang terdiri dari Magister Managenen 38, Magister Ilmu Hukum 28, Magistet Pedagogi 47 dan Magister Managemen Sumberdaya Perairan 2 mahasiswa.
Hadir dalam kegiatan tersebut , Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, Prof. Mafruhin, ketua yayasan Pendidikan Pancasakti, Dr Imawan Sugiharto SH MH, wakil ketua yayasan, Dr Eddhie Praptono SH MH, Direktur program Pascasarjana, Dr Fajar Ari sudewo SH MH, Kaprodi S3, Prof Dr Hartinah.
Kemudian Wakil rektor 1, Dr Dien Noviany Rahmatika, wakil rektor 3 , Dr Imam Asmarudin, wakil rektor 4, Dr Noor Zuhri, para dekan. Serta para orang tua wisudawan dan tamu undangan.
BACA JUGA: Yudisium FH UPS, Dekan: Jadilah Sarjana yang Unggul Dalam Keilmuwan
BACA JUGA: Tingkatkan Kualitas Dosen, FK UPS Tegal Gelar Training of Tutor untuk Perkuat Metode PBL
Dalam sambutannya, Dr Fajar Ari Sudewo SH MH selaku direktur Program Pascasarjana UPS mengucapkan syukur ada 115 calon wisudawan dalam yudisium pada hari ini. Terdiri dari 4 program studi yaitu Magister managemen, Magister ilmu hukum, Magister Pedagogi dan yang terakhir adalah Magister Managemen Sumberdaya Perairan ((MSDP).
"MSDP ini merupakan program studi yang baru. Tetapi Alhamdulillah dulu berkat gagasan dan upaya-upaya yang dilakukan bersama civitas akademik dan Dr Nurjanah pertama kali itu Kaprodinya Bu Nurjanah, kemudian dilanjutkan Dr Sutaman dan terakhir kali Dr Angga. Terima kasih Dr Angga sudah membawa mahasiswa MSDP ini lulus untuk yang pertama kalinya," katanya.
Pascasarjana UPS membutuhkan akademisi untuk menjadi Profesor Emiritius. Karena guru besar itu sangat diperlukan di dunia akademik.
Sekarang ini, peraturan menteri 52/2025 memberikan kesempatan bagi guru besar yang sudah purna purna dalam usianya yang 70 tahun. Tetapi masih mempunyai dedikasi yang kuat, kepedulian yang kuat dan keinginan yang kuat untuk memikirkan akademik, makaemerintah memberikan perpanjangan.
BACA JUGA: Cegah Korupsi dari Rumah, Pemkot Tegal Gelar Bimtek Keluarga Berintegritas Bagi ASN
BACA JUGA: 5 Prodi Unggul FKIP UPS Siap Bersaing dengan Perguruan Tinggi Lain
"Ke depan kami akan ada beberapa Profesor emiritius dan sudah kami sampaikan kepada ketua yayasan, juga sudah berkirim surat kepada Pak rektor. Karena program studi di pascasarjana UPS memang membutuhkan guru besar emiritius Kenapa itu kami perlukan Karena untuk mengejar akreditasi unggul itu untuk 3 tahun itu Minimal kita harus ada dua guru besar," Ucapnya.