1. Permintaan pusat data AI menyerap kapasitas memori berperforma tinggi.
2. Produsen mengalihkan sebagian kapasitas menuju aplikasi server bernilai tinggi.
3. Pasokan memori konsumen menjadi lebih ketat dibanding kebutuhan pasar.
4. Kenaikan biaya akhirnya menekan margin dan harga perangkat.
Bagi konsumen, efek akhirnya terasa ketika harga ritel mulai disesuaikan. Model lama juga dapat berubah harga ketika stok baru masuk.
BACA JUGA: Pilihan HP Samsung Galaxy RAM Besar Terbaik untuk Multitasking
BACA JUGA: Anti Gimbal! 4 HP vivo dengan Kamera Paling Stabil untuk Ngevlog Cuma Pakai Tangan
Counterpoint mencatat harga smartphone Indonesia naik 7% sampai 45%. Kenaikan tersebut terjadi pada model lama maupun produk baru.
2. Produsen bisa menaikkan harga atau menyesuaikan spesifikasi
Produsen tidak selalu meneruskan seluruh kenaikan biaya kepada pembeli. Sebagian dapat menekan spesifikasi untuk menjaga harga tetap kompetitif.
Penyesuaian bisa menyentuh RAM, penyimpanan, kamera, layar, atau komponen lainnya. Kondisi ini membuat biaya komponen smartphone menjadi pertimbangan penting produsen.
Counterpoint mencatat entry-level Indonesia paling terpukul oleh kenaikan harga. Pengiriman segmen tersebut turun 19 persen secara tahunan.
BACA JUGA: Daftar Pilihan HP Murah dengan Kamera Canggih: Rekomendasi 1–2 Jutaan Terbaik Buat Fotografi
BACA JUGA: 6 Aksesoris Gaming Murah untuk HP Android, Mulai Rp10 Ribuan Bikin Main Makin Nyaman
Sebaliknya, segmen premium mencatat pangsa pengiriman 8,3 persen. Segmen tersebut tumbuh 30 persen secara tahunan pada kuartal pertama.
Secara ringkas, empat penyesuaian yang mungkin dilakukan produsen adalah:
1. Mempertahankan harga dengan kapasitas RAM yang lebih rendah.