SEMARANG, radartegal.com - Keberadaan sarana promosi produk lokal di simpul transportasi publik terbukti efektif mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. UKM Jateng Corner di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang kini resmi tampil dengan konsep baru yang lebih modern, sekaligus mencatatkan tren kenaikan omzet secara signifikan dari tahun ke tahun.
Langkah pembaharuan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Jawa Tengah.
Apa yang Terjadi di UKM Jateng Corner?
Pemprov Jawa Tengah meresmikan rebranding dan renovasi galeri UKM Jateng Corner di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.
Galeri ini terbukti menjadi etalase efektif dengan omzet yang terus naik, melayani 142 pelaku UMKM lokal.
BACA JUGA:7.515 Atlet Unjuk Gigi di Popda Jateng 2026, Berebut Tiket Menuju Popnas
BACA JUGA:Bantuan Tahap Kedua Korban Gempa NTT Pemprov Jateng: 5 Truk Logistik Dikerahkan
Akses pasar produk lokal semakin luas, kualitas produk terangkat lewat standardisasi halal, dan potensi penjualan melonjak menjelang agenda nasional.
Tren Omzet Meningkat dan Perluasan Keterlibatan UMKM
Data dari Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mencatat pertumbuhan angka penjualan yang positif di galeri tersebut. Pada 2024, nilai transaksi tercatat berada di angka Rp449 juta, lalu melonjak hingga Rp657 juta pada 2025. Pergerakan positif ini berlanjut hingga Juli 2026, dengan total omzet yang sudah terbukukan mencapai Rp439 juta.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa kenaikan omzet dan bertambahnya pelaku usaha yang terlibat menjadi bukti nyata efektivitas ruang pemasaran ini.
"Yang paling utama adalah di UKM Corner ini semakin banyak pelaku UKM yang masuk. Ada peningkatannya. Artinya merangkul UMKM-UMKM yang lain," ujar Taj Yasin saat meresmikan UKM Jateng Corner mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, Selasa (1/9/2026).
BACA JUGA:Pemprov Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah ASRI 2026, Begini Strateginya
BACA JUGA:Tak Cuma Jago Mengawal, 60 Personel Ditlantas Polda Jateng Dilatih Kendalikan Big Bike
Saat ini, terdapat 142 pelaku usaha yang memajang karyanya di etalase tersebut, terdiri atas 88 UMKM sektor fesyen dan 54 UMKM bidang makanan dan minuman.
Integrasi Pintu Masuk dan Penguatan Sertifikasi Produk
Pengembangan sarana promosi ini dijalankan melalui kolaborasi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah. Kedepan, ruang promosi di bandara dirancang agar terhubung secara terintegrasi dengan titik simpul transportasi lain, seperti stasiun kereta api.
Melalui integrasi ini, wisatawan maupun pembeli yang datang ke Jawa Tengah dapat langsung memperoleh informasi mengenai sentra industri dan produk unggulan di berbagai kabupaten/kota.