Sekalian periksa lampu depan, lampu belakang, lampu rem, sein, klakson, serta konektor kelistrikan. Pemeriksaan sederhana seperti ini dapat mencegah masalah kecil berkembang menjadi gangguan ketika motor digunakan sehari-hari.
7. Cek Ban dan Tekanan Angin
Ban adalah satu-satunya bagian motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Karena itu, kondisinya tidak boleh luput dari pemeriksaan.
Lihat kedalaman alur ban, retakan pada dinding ban, keausan yang tidak merata, serta kemungkinan adanya benjolan. Tekanan angin juga perlu disesuaikan dengan rekomendasi Honda untuk varian yang digunakan. Ban yang kurang angin bisa membuat motor terasa berat, sedangkan tekanan berlebihan dapat mengurangi kenyamanan dan karakter grip di jalan.
BACA JUGA: Duel Honda Stylo dengan Scoopy, Mana Yang Paling Tangguh?
BACA JUGA: Honda PCX 160 Kurang Bertenaga? Cek 4 Bagian Ini Sebelum ke Bengkel
8. Periksa Suspensi
Jika Honda BeAT mulai terasa lebih keras, memantul berlebihan, atau mengeluarkan bunyi ketika melewati jalan rusak, minta mekanik mengecek suspensi.
Periksa juga apakah terdapat rembesan atau kebocoran pada shock depan maupun belakang. Suspensi yang sehat tidak hanya membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi juga membantu menjaga kestabilan motor.
9. Cek Sistem Injeksi dan Respons Gas
Honda BeAT menggunakan sistem bahan bakar injeksi PGM-FI pada generasi yang dirujuk dalam data Honda. Maka, gejala seperti mesin brebet, langsam tidak stabil, sulit starter, atau konsumsi BBM tiba-tiba meningkat sebaiknya tidak dibiarkan.
Jika gejala tersebut muncul, lakukan pemeriksaan sistem injeksi menggunakan prosedur diagnostik yang sesuai. Jangan asal mengganti komponen hanya berdasarkan perkiraan.
BACA JUGA: Sering Dibiarkan! 5 Tanda CVT Motor Matic Honda Mulai Rusak dan Cara Merawatnya agar Awet
BACA JUGA: Honda PCX 160 Terbaru Punya Warna Baru, Ada Phenomenal Blue hingga Signature Brown
10. Lakukan Servis Menyeluruh di 20.000 Km
Jadi, apa saja yang sebaiknya dicek ketika Honda BeAT sudah 20.000 km?
Daftar pemeriksaan yang paling penting meliputi:
- Oli mesin.
- Sistem CVT.
- V-belt dan roller.
- Busi.
- Filter udara.
- Kampas dan sistem pengereman.
- Aki.
- Ban dan tekanan angin.
- Suspensi.
- Sistem injeksi dan respons gas.
- Sistem kelistrikan.
- Kondisi umum motor.
Yang perlu diingat, 20.000 km bukan berarti semua komponen harus langsung diganti. Pemeriksaan harus berdasarkan kondisi komponen, interval perawatan, serta buku pedoman pemilik untuk tahun dan varian BeAT yang digunakan.
Lebih baik servis 20.000 km di AHASS atau bengkel umum? Untuk pemeriksaan berkala yang cukup menyeluruh, AHASS dapat menjadi pilihan, terutama jika membutuhkan pemeriksaan berdasarkan prosedur dan spesifikasi Honda. Honda sendiri mengarahkan konsumen untuk melakukan perawatan berkala di jaringan bengkel resmi AHASS.
BACA JUGA: Bisa Buat Bingung! Pilih Honda BeAT atau Genio? Ini Perbandingan Irit dan Biaya Perawatannya