Tips Merawat Honda BeAT setelah 20.000 Km agar Tetap Irit dan Responsif

Sabtu 22-08-2026,18:00 WIB
Reporter : Aditya Saputra
Editor : Teguh Mujiarto

Perawatan CVT juga sebaiknya dilakukan dengan prosedur yang benar. Area CVT tidak cukup hanya disemprot atau dibersihkan secara sembarangan karena terdapat komponen yang membutuhkan penanganan khusus.

BACA JUGA: Honda Air Blade 2026 Punya Fitur Makin Canggih, Ini 10 Keunggulannya

BACA JUGA: 5 Motor Honda 150-160cc yang Bisa Jadi Pilihan untuk Touring dan Perjalanan Antarkota

3. Cek Kondisi Busi

Busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran. Jika kondisinya sudah kurang baik, motor dapat mengalami gejala seperti sulit dinyalakan, langsam kurang stabil, atau respons gas terasa tidak maksimal. Karena itu, saat servis 20.000 km, minta teknisi mengecek kondisi busi sekaligus memastikan celahnya sesuai spesifikasi motor.

Sebagai contoh, brosur BeAT 2020 mencantumkan busi NGK MR9C-9N, tetapi jangan menjadikan kode tersebut sebagai patokan untuk semua tahun produksi. Pastikan kode busi disesuaikan dengan generasi dan varian BeAT yang digunakan.

4. Periksa Filter Udara

Filter udara sering dianggap sepele, padahal komponen ini berhubungan langsung dengan pasokan udara menuju mesin. Jika filter terlalu kotor, aliran udara dapat terganggu sehingga performa mesin bisa ikut menurun. Terlebih jika motor sering digunakan di lingkungan berdebu atau lalu lintas perkotaan.

Pada 20.000 km, kondisi filter sebaiknya diperiksa dan diganti apabila sudah tidak layak sesuai ketentuan servis model tersebut.

BACA JUGA: 7 Tips Dapat Promo Servis di AHASS Honda, Biaya Perawatan Motor Lebih Hemat

BACA JUGA: 9 Tips Modifikasi Honda Scoopy 2026 Jadi Klasik, Simpel tapi Bikin Pangling

Apakah filter udara harus selalu diganti di 20.000 km? Tidak otomatis. Periksa kondisi fisiknya terlebih dahulu dan ikuti jadwal perawatan pada buku pedoman pemilik. Kondisi penggunaan motor juga bisa membuat usia filter berbeda.

5. Cek Kampas dan Sistem Pengereman

Perawatan motor bukan hanya soal mesin. Sistem pengereman wajib diperiksa karena berkaitan langsung dengan keselamatan.

Periksa ketebalan kampas rem, kondisi cakram, tromol, serta respons tuas rem. Jika rem terasa terlalu dalam, muncul suara tidak normal, atau daya pengereman menurun, sebaiknya segera diperiksa.

Beberapa generasi BeAT menggunakan cakram hidrolik di depan dan tromol di belakang, sementara sistem pengeremannya dapat berbeda menurut varian.

BACA JUGA: Awas Geredek! Ini Tips Merawat CVT Honda PCX 160 Agar Tarikan Tetap Halus dan Responsif

BACA JUGA: Honda Stylo 160 Sudah 10.000 Km? Ini Perawatan yang Wajib Dilakukan

6. Periksa Aki dan Kelistrikan

Memasuki 20.000 km, jangan lupa mengecek aki. Apalagi kalau motor mulai menunjukkan gejala starter elektrik melemah, lampu kurang optimal, atau sistem kelistrikan terasa tidak normal.

Kategori :