PEMALANG, radartegal.com - Pemerintah Kabupaten Pemalang mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi liar terkait dugaan perundungan yang menimpa seorang siswa SMP Negeri 4 Randudongkal. Saat ini, penanganan perkara sepenuhnya telah diserahkan kepada pihak kepolisian agar berjalan adil dan transparan.
Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara objektif. Langkah ini diperlukan agar proses penyelidikan tidak terdistorsi oleh isu-isu yang belum teruji kebenarannya di tengah publik.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Nurkholes saat meninjau SMP Negeri 4 Randudongkal pada Kamis, 6 Agustus 2026. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh penegakan hukum yang adil bagi semua pihak yang terlibat.
"Kita percayakan proses penyelidikan kepada kepolisian. Hukum harus ditegakkan sehingga memberikan keadilan bagi semua pihak," ujar Nurkholes.
BACA JUGA:Korupsi Dana Pelunasan KUR di Pemalang, Mantan Mantri Bank BUMN Jadi Tersangka dan Ditahan
BACA JUGA:KPK Geledah Rumah di Kota Tegal, Diduga Terkait OTT Bupati Pemalang
Evaluasi Sistem Pengawasan Sekolah dan Pendampingan Korban
Selain mengawal jalannya proses hukum, Pemkab Pemalang bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di lingkungan sekolah. Langkah ini diambil untuk memastikan insiden serupa tidak kembali terulang di masa depan.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Nurkholes menggelar pertemuan tertutup bersama jajaran pimpinan sekolah, komite, para guru, serta tenaga kependidikan. Agenda utama pembahasan berfokus pada strategi penguatan pengawasan terhadap aktivitas para siswa.
Tak hanya berdialog dengan pihak pengelola sekolah, Plt Bupati Pemalang juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan teman-teman sekelas korban. Langkah ini dilakukan untuk memantau kondisi psikologis para murid pasca-kejadian.
Usai meninjau sekolah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju rumah keluarga korban yang berlokasi di Desa Semingkir. Kedatangan jajaran pemerintah daerah tersebut bertujuan untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung sekaligus menyerahkan santunan kematian sebagai bentuk kepedulian Pemkab Pemalang.
BACA JUGA:Ambil Langkah Tegas usai Kasus Bullying Siswa SMPN 4 Randudongkal, Pemkab Pemalang Pasang CCTV
BACA JUGA:Gandeng RS Bhayangkara dan Laboratorium IBL, Polres Pemalang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Personel
Langkah Konkret Cegah Perundungan: Pemasangan CCTV dan Deteksi Dini
Guna mengantisipasi potensi kekerasan terhadap anak di satuan pendidikan, Pemkab Pemalang telah merancang serangkaian tindakan pencegahan konkret. Salah satu rencana taktis yang akan dieksekusi adalah pengadaan sarana pemantau digital di area sekolah.
Pemerintah daerah menginstruksikan pemasangan kamera CCTV di berbagai titik krusial yang selama ini sulit terjangkau oleh pengawasan visual secara langsung. Skema ini diharapkan mampu meminimalkan celah terjadinya tindakan perundungan.
Di samping pembenahan fasilitas fisik, Nurkholes mendorong setiap sekolah untuk memperkuat sistem deteksi dini kekerasan. Sekolah diwajibkan menyediakan jalur pelaporan rahasia yang aman agar siswa tidak merasa takut saat mengadukan tindakan perundungan.