Menghadapi berbagai hambatan tersebut, Kelompok Ternak Sumber Karanglo memutuskan bergabung dalam Program Klaster Unggulan dari BRI Peduli. Keputusan ini menjadi titik balik penting bagi pengembangan kapasitas usaha mereka.
"Peternak memperoleh pelatihan pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah seperti susu pasteurisasi, yoghurt, dan keju sehingga membuka peluang peningkatan pendapatan," terang Rendy.
Dukungan infrastruktur yang diberikan turut mengubah pola kerja peternak. Peralatan modern kini mempercepat proses produksi sekaligus menjaga kebersihan olahan susu.
BACA JUGA: Tanggap Bencana Longsor Cisarua Kabupaten Bandung, BRI Peduli Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak
BACA JUGA: BRI Peduli Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah
"Kami juga mendapatkan dukungan sarana dan prasarana sehingga proses pengolahan menjadi lebih efisien, higienis, dan mampu meningkatkan volume produksi," ia menambahkan.
Tak hanya bantuan fisik, pendaftaran legalitas dan perizinan edar olahan susu juga didampingi hingga tuntas. Pelatihan digital marketing pun diberikan untuk membekali peternak dalam menembus pasar daring.
Materi pendampingan komprehensif ini menjadi fondasi utama keberlanjutan bisnis kelompok. Peningkatan mutu produk berbanding lurus dengan hadirnya peluang ekonomi yang lebih menjanjikan.
"Program ini sangat membantu meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat. Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan, bantuan peralatan, dan pendampingan usaha," ujar Rendy.
BACA JUGA: BRI Peduli Gercep, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak di Wilayah Sumatera
BACA JUGA: Gaungkan Semangat Kemerdekaan, BRI Peduli Gulirkan Program Literasi Anak Negeri
Ia berharap kepedulian sosial seperti ini terus berjalan. "Semoga BRI Peduli terus hadir dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," tutupnya.
Komitmen BRI Peduli dalam Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa BRI Peduli merupakan payung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Program ini difokuskan untuk memajukan potensi ekonomi daerah secara mandiri.
Penyaluran alat usaha dirancang untuk meningkatkan presisi produksi dan efisiensi kerja. Langkah ini membuka jalan bagi pelaku usaha mikro untuk menembus rantai pasok pasar yang lebih luas.
Bantuan fisik tersebut diimbangi dengan kurikulum pelatihan yang terstruktur. Materi yang disajikan mencakup pengolahan produk, otomatisasi kemasan, pengurusan izin, hingga pemanfaatan teknologi keuangan seperti QRIS.
BACA JUGA: Perjalanan Mantri BRI Menembus Perairan Maluku Demi Inklusi Keuangan