Cetak Biru Program Prioritas Bupati Tegal Sukses Benahi Usaha Mikro

Selasa 14-07-2026,16:00 WIB
Reporter : Khikmah Wati
Editor : Khikmah Wati

SLAWI, radartegal.com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan terus membuahkan hasil nyata. Melalui langkah strategis yang terintegrasi, pemerintah daerah secara konsisten menempatkan pelaku usaha mikro sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal.

Implementasi Program Prioritas Bupati Tegal kini tidak hanya berfokus pada kuantitas legalitas usaha, melainkan telah bergeser ke arah peningkatan kualitas produk, pemanfaatan ekosistem digital, pemenuhan sertifikasi, hingga perluasan akses jaringan pasar global.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Perdagangan Kabupaten Tegal Imam Rudy Kurnianto, menegaskan bahwa kepemilikan izin edar resmi menjadi modal dasar utama dalam skema Program Prioritas Bupati Tegal. Berdasarkan basis data hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 80.507 pelaku UMKM di Kabupaten Tegal telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Legalitas formal ini menjadi pintu masuk krusial bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan berbagai program stimulus dan pembinaan tingkat lanjut yang difasilitasi oleh pemerintah daerah. Dalam wawancara publikasi capaian Program Prioritas Bupati Tegal di Lantai 2 Gedung Trasa Coworking Space, Kamis 9 Juli 2026, Rudy menjelaskan bahwa setelah legalitas terpenuhi, fokus dinas adalah mendampingi pelaku usaha agar melek digital.

BACA JUGA: Kucurkan Miliaran Rupiah, Program Prioritas Bupati Tegal Benahi 25 Pasar

BACA JUGA: Jamin Kesejahteraan Petani, Program Prioritas Bupati Tegal Kucurkan Rp300 Juta

Para pelaku UMKM binaan kini diikutsertakan dalam pelatihan pengemasan produk (packaging), manajemen pemasaran digital (digital marketing), hingga pengurusan sertifikasi halal. Upaya penataan ini dilakukan agar produk-produk lokal asal Slawi dan sekitarnya memiliki nilai tawar yang tinggi saat bersanding dengan produk manufaktur besar.

Salah satu terobosan nyata dalam memperluas jangkauan pasar adalah optimalisasi Sentra Produk Orang Tegal (SPOT) yang bertindak sebagai etalase produk unggulan. Lewat proses kurasi mutu yang ketat, sebanyak 137 varian produk dari 48 pelaku usaha mikro kini berhasil dipasarkan di SPOT.

Komoditas yang dipamerkan didominasi oleh sektor kuliner olahan, makanan ringan, minuman herbal, hingga kerajinan tangan khas Tegal. Kurasi ini sangat penting untuk memastikan seluruh produk memenuhi standar keamanan pangan dan estetika kemasan sebelum dilepas ke pasar yang lebih luas.

Selain platform SPOT, Program Prioritas Bupati Tegal juga melahirkan pusat kuliner pagi bernama WAREGIN yang dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) GoSPOT. Ruang niaga ini memfasilitasi 16 pelaku usaha kuliner siap saji dengan total 47 jenis produk makanan yang dijajakan setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB.

BACA JUGA: Bupati Tegal Pastikan Pemkab Dukung Program Prioritas Nasional Presiden

BACA JUGA: Sambut Kajari Baru, Bupati Tegal Inginkan Pendampingan Program Prioritas Pembangunan

Langkah ini terbukti efektif dalam memutar roda ekonomi harian sekaligus menyediakan pusat kuliner lokal yang representatif bagi masyarakat Kabupaten Tegal. Daya saing komoditas lokal ini semakin diperkuat oleh masifnya capaian sertifikasi halal dari BPJPH per awal Juli 2026.

Tercatat sebanyak 83.351 produk lokal telah mengantongi Sertifikat Halal (SH), yang lahir dari 34.486 sertifikat resmi terbitan pemerintah. Angka ini mencakup pula 35 unit jasa sembelihan yang tersertifikasi serta melibatkan 9.286 pelaku usaha mandiri.

Rudy menegaskan, goal akhir dari program prioritas ini bukanlah ketergantungan pada bantuan sosial, melainkan kemandirian UMKM agar mampu naik kelas dan menembus pasar nasional secara berkelanjutan.

FAQ: Perkembangan Program Prioritas Bupati Tegal di Sektor Usaha Mikro

Kategori :