Risiko Melaut Tinggi, 2.000 Nelayan Kabupaten Tegal Dapat Jaminan Sosial

Kamis 09-07-2026,20:12 WIB
Reporter : Khikmah Wati
Editor : Khikmah Wati

SLAWI, radartegal.com – Menembus ombak dan cuaca ekstrem di perairan Laut Jawa kini tidak lagi menjadi kecemasan mendalam bagi ribuan kepala keluarga pekerja bahari di wilayah Pantura Barat. Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap keselamatan para pekerja rentan, sebanyak 2.000 Nelayan Kabupaten Tegal kini resmi mengantongi perlindungan penuh dari Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Intervensi jaminan sosial yang didanai langsung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini hadir untuk memberikan rasa aman serta kepastian nafkah bagi keluarga saat para suami bertaruh nyawa di tengah laut. Perluasan cakupan proteksi bagi Nelayan Kabupaten Tegal ini menjadi salah satu program unggulan yang terus dipacu oleh jajaran eksekutif daerah.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal Riesky Trisbiantoro mengonfirmasi bahwa program ini merupakan buah sinergi strategis antara Pemkab Tegal dengan BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan hukum dan finansial ini menyasar kelompok penangkap ikan tradisional, baik yang beroperasi di wilayah perairan laut lepas maupun para pencari ikan di ekosistem perairan umum daratan.

"Program ini merupakan wujud keberpihakan dan pembelaan hakiki dari Pemerintah Kabupaten Tegal kepada profesi nelayan. Kita tahu risiko kerja melaut sangat tinggi dan tidak menentu. Melalui instrumen perlindungan sosial ini, para Nelayan Kabupaten Tegal otomatis memiliki jaminan asuransi yang kuat apabila mengalami musibah kecelakaan kerja atau risiko meninggal dunia saat sedang menjalankan kewajibannya mencari nafkah," ujar Riesky Trisbiantoro saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 7 Juli 2026.

BACA JUGA: Tilik Desa Tahun 2026 di Desa Suradadi: Warga Usul Pelabuhan Nelayan 30 GT di Tegal

BACA JUGA: Belum Ditemukan, Pencarian Nelayan Pemalang yang Hilang Masih Berlangsung

Riesky merinci bahwa program asuransi gratis ini awalnya diinisiasi pada September 2025 dengan kuota stimulus awal sebanyak 1.000 orang selama empat bulan. Memasuki tahun anggaran 2026, pemkab memutuskan untuk memperluas jangka waktu perlindungan menjadi satu tahun kalender penuh.

Tak hanya itu, jumlah kuota penerima manfaat juga dilipatgandakan menjadi 2.000 jiwa. Berdasarkan basis data dinas berjalan, struktur jaminan dan peta sebaran wilayah bagi Nelayan Kabupaten Tegal yang terakomodasi melingkupi poin-poin berikut:

  • Klaster Wilayah Pesisir Laut: Menyasar kelompok nelayan tangkap di sepanjang koridor pesisir Kecamatan Kramat, Suradadi, dan Warureja.
  • Klaster Perairan Umum Daratan: Mengakomodasi para nelayan perahu dayung tradisional di Kecamatan Kedungbanteng yang sehari-hari mencari nafkah di Waduk Cacaban.
  • Jenis Komponen Perlindungan: Meliputi hak Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tanpa batas biaya medis serta Jaminan Kematian (JKM).
  • Skema Alokasi Anggaran APBD: Pemerintah daerah menggelontorkan dana stimulus sebesar Rp403 juta pada tahun 2026 untuk membayar premi bulanan Rp16.800 per jiwa.

Meskipun kuota jaminan gratis ini sudah bertambah signifikan, Dinas Perikanan mengakui belum semua pekerja laut bisa terkaver. Dari total populasi 2.973 Nelayan Kabupaten Tegal yang tercatat secara resmi, masih ada sekitar 970 orang lainnya yang belum bisa diakomodasi akibat keterbatasan ruang fiskal APBD.

BACA JUGA: Tempat Terbaik Beli Ikan Segar di Tegal, Langsung dari Nelayan!

BACA JUGA: Respon Keluhan Nelayan di Tegal, Gubernur Jateng Perintahkan DKP Lakukan Hal Ini

Kendati demikian, pemerintah daerah telah mengunci kembali pos anggaran serupa untuk tahun 2027 sebagai bentuk komitmen keberlanjutan. Manfaat nyata dari program ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.

Hingga pertengahan tahun 2026, tercatat sebanyak 11 keluarga atau ahli waris dari Nelayan Kabupaten Tegal yang mengalami musibah meninggal dunia telah menerima pencairan santunan kematian (JKM) tunai senilai Rp42 juta per jiwa.

Dana duka tersebut terbukti sangat membantu menjaga keberlangsungan sekolah anak yatim serta modal usaha mandiri bagi para janda yang ditinggalkan. Di samping memperkuat benteng perlindungan sosial di laut, Dinas Perikanan Kabupaten Tegal juga mengintegrasikan program ini dengan gerakan di darat lewat optimalisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Langkah lintas sektor bersama TP PKK dan pemerintah desa ini digencarkan ke sekolah-sekolah dasar guna mendongkrak tingkat konsumsi protein hewani, sekaligus mendukung target nasional dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tegal.

FAQ Program Jaminan Sosial Nelayan Kabupaten Tegal

Kategori :