Tampil di Kancah Hacker Dunia DEF CON, Pemuda Tegal Harumkan Nama Daerah dan Indonesia

Selasa 05-05-2026,08:00 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Adi Mulyadi

BOJONG, radartegal.com - Tampil di kancah hacker dunia DEF CON, pemuda asal Kabupaten Tegal, Danang Avan Maulana harumkan nama daerah dan Indonesia. 

Di panggung hacker dunia atau keamanan siber internasional itu, pria 25 tahun yang karib disapa Avan tersebut mempresentasikan risetnya dalam sesi bergengsi Demo Labs. 

Konferensi Hacker Kelas Dunia DEF CON

Konferensi DEF CON dikenal sebagai salah satu forum paling prestisius di dunia keamanan siber. Digagas sejak 1993 oleh Jeff Moss, ajang ini menjadi titik temu para hacker, peneliti, praktisi IT, hingga perusahaan teknologi dari berbagai belahan dunia, mulai Asia, Amerika, Eropa hingga Afrika.

Berbeda dari konferensi korporat yang formal, DEF CON justru identik dengan suasana independen, santai, namun sangat teknis dan penuh tantangan. Ribuan peserta hadir setiap tahunnya untuk berbagi riset, teknik eksploitasi, hingga inovasi terbaru.

BACA JUGA:Sejumlah Aspirasi Penanganan Bencana dan Infrastruktur Disampaikan Bupati Tegal ke Kementerian PU

BACA JUGA:Wabup Tegal Ahmad Kholid Hadiri Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Jawa

Edisi Asia Tenggara tahun ini menjadi momentum penting. DEF CON resmi melebarkan sayap ke kawasan regional melalui DEF CON Singapore, bekerja sama dengan Home Team Science and Technology Agency dan Centre for Strategic Infocomm Technologies.

Avan Beberkan Riset di Panggung DEF CON

Bukan sekadar hadir sebagai peserta. Avan, begitu biasanya dia dipanggil, justru dipercaya mempresentasikan risetnya dalam sesi bergengsi Demo Labs, sebuah panggung yang hanya diisi oleh individu-individu terpilih dari seluruh dunia dengan standar seleksi ketat.

Ajang internasional para hacker kelas dunia, DEF CON digelar pada 28-30 April 2026 di Marina Bay Sands Expo and Convention Centre, Singapura. Meski dikenal identik dengan Las Vegas, edisi Asia ini tetap menghadirkan atmosfer kelas dunia yang sarat inovasi dan teknologi mutakhir.

“Ini bukan kompetisi utama, tapi konferensi global yang di dalamnya ada berbagai sesi, seperti presentasi riset, workshop, hingga challenge seperti CTF. Saya sendiri mengikuti sesi presentasi Demo Labs,” ungkap Avan, Senin 4 Mei 2026.

BACA JUGA:Bahas Raperda Penanaman Modal, Pansus 5 DPRD Kab. Tegal Tekankan Wajib Serap Tenaga Lokal Gandeng UMKM

BACA JUGA:Ratusan Pelajar Terbaik Jateng–Jabar Beradu Prestasi di English Contest 2026 UPS Tegal

Proyek Inovatif Pretexta

Dalam presentasinya, Avan memperkenalkan proyek inovatif bernama Pretexta. Platform ini dirancang untuk mensimulasikan skenario social engineering, jenis serangan siber yang menjadikan manusia sebagai titik lemah utama dalam sistem keamanan.

“Inovasi ini fokus pada peningkatan kesadaran dan kesiapan menghadapi ancaman berbasis manipulasi psikologis. Karena sejatinya, celah terbesar dalam keamanan bukan selalu sistem, tapi manusia,” paparnya.

Kategori :