Biro Perjalanan Diduga Kabur, Rombongan Outing Class SD Asal Brebes Sempat Terlantar di Rest Area Kendal
Rombongan outing class siswa asal salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Bulakamba sempat terlantar di rest area Kendal, Minggu 3 Mei 2026 lalu. Kabid Dikdas memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.(istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Rombongan outing class siswa asal salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Bulakamba sempat terlantar di rest area Kendal, Minggu 3 Mei 2026 lalu. Mereka telantar diduga karena biro wisata dalam acara tersebut kabur dan belum menyelesaikan semua pembiayaan.
Informasi yang diterima dari berbagai sumber menyebutkan, rombongan outing class itu rencananya akan melaksanakan kegiatan Ziarah dan Wisata di Semarang. Rombongan berangkat pada Minggu 3 Mei 2026 dengan tiga armada bus.
Dalam perjalanannya, rombongan singgah untuk rehat makan di rest area setelah ziarah di makam kyai Dimyati Rois Kaliwungu. Tepatnya, di sebuah rumah makan di daerah Kendal, Jawa Tengah.
Saat istirahat itulah, diduga pemilik biro wisata yang ikut mendampingi langsung minta izin keluar rumah makan. Alasanya, untuk mengambil uang di sebuah Anjugan Tunai Mandiri (ATM).
BACA JUGA: Persiapan Mudik 2026: Bupati Tegal Ischak Maulana Cek Fasilitas Rest Area dan Posko Kesehatan
BACA JUGA: DPMPTSP Disiapkan Jadi Rest Area Pemudik Lebaran di Brebes
Namun setelah lama di tunggu, yang bersangkutan tidak kunjung kembali. Pihak guru termasuk kepala sekolah yang ikut mendamping, coba mencari dan menghubungi pemilik biro. Namun hasilnya nihil.
Sementara itu, saat kepala sekolah meminta kru bus melanjutkan perjalanan, ternyata kru bus tidak mau. Alasanya, biaya bus belum dibayar oleh biro wisata. Padahal pihak sekolah sudah menyelesaikan semua biaya kepada biro. Akibat kejadian itu, para peserta sempat terlantar karena belum ada kejelasan. Mereka tertahan di rest area hingga beberapa jam.
Melihat kondisi itu, pihak sekolah akhirnya berinisiatif untuk bernegosiasi dengan pemilik bus. Pihak bus tetap keberatan untuk melanjutkan perjalanan, sebelum semua biaya diselesaikan. Akhirnya, pihak sekolah memutuskan untuk menyelesaikan pembayaran, dan rombongan baru bisa melanjutkan perjalanan ziarah dan wisata di semarang.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Aditya Perdana menanggapi hal iyu menyebutkan akibat pihak biro wisata yang tidak bertanggungjawab tersebut, sekolah mengalami kerugian hingga Rp37 juta. Itu karena sekolah harus membayar kembali biaya bus, makan dan tiket masuk wisata. Padahal semua pembiayaan tersebut sudah diselesaikan melalui biro wisata.
BACA JUGA: Tinjau Rest Area dan Pastikan Kelancaran Pelayanan Nataru, Gubernur: Jawa Tengah Jadi Titik Jenuh
BACA JUGA: Resah Pasar Alun-Alun Tegal Akan Dijadikan Rest Area, Pedagang Temui Komisi II DPRD
"Kepala sekolah bersangkutan memang sudah melapor ke kami atas kejadian ini. Selain bus, biaya makan dan tiket masuk objek wisata juga belun dibayar biro wisata," ungkapnya, Rabu 6 Mei 2026.
Mengantisipasi hal serupa terulang, pihaknya meminta sekolah yang akan melaksanakan outing class untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih mitra atau biro wisata. Sebelum melaksanakan kerjasama, pihak sekolah harus mengecek izin operasional biro wisata yang akan digunakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


