Mega farm ini ditargetkan memproduksi mencapai 180 ribu ton susu per tahun. Selain itu, akan dibangun fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, hingga kawasan perkebunan jagung untuk mendukung kebutuhan pakan.
“Dengan skala ini, kontribusi terhadap produksi susu nasional bisa mencapai 18 persen. Bahkan untuk Jawa Tengah, produksinya bisa meningkat hingga dua kali lipat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Sampaikan LKPJ TA 2025, Gubernur Jateng Klaim Kemiskinan dan Penganguran Turun
BACA JUGA: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Lepas 21.975 Peserta Mudik-Balik Rantau Gratis 2026
Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini juga akan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan seluas 2.000 hektare, serta menggandeng sekitar 8.000 peternak dalam pengembangan sapi.
“Ini bukan hanya proyek industri, tapi juga pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Adapun untuk Cut and fill untuk persiapan lahan akan dimulai pada Juni 2026. PT GDB menargetkan pembangunan selesai dan mulai operasional pada akhir 2027, dengan first milking direncanakan pada Desember tahun tersebut.
Sementara itu, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik investasi tersebut dan menyebutnya sebagai peluang besar untuk mengangkat perekonomian daerah.
BACA JUGA: Silaturahmi dengan Ulama, Gubernur Jawa Tengah Dapat Pesan Menyejukkan Ini
BACA JUGA: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Tanggul dan Sungai Bremi di Pekalongan
“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini bukan hanya skala kabupaten, tapi nasional. Ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes,” ujarnya.
Kehadiran mega farm ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat sektor peternakan sebagai bagian dari ketahanan pangan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, mendukung penuh pendirian peternakan tersebut.
Ia menegaskan, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu destinasi utama investasi, baik nasional maupun internasional. Hal itu didukung oleh stabilitas keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.
BACA JUGA: Wali Kota Tegal dan Rombongan Hadiri Halal bi Halal dengan Gubernur Jateng
BACA JUGA: Pemprov Jateng Belum Terapkan Kebijakan WFH, Gubernur: Jangan Disalahartikan