Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan produktivitas desa. Tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat secara lebih luas.
Di sisi lain, sektor perikanan tetap menjadi andalan masyarakat pesisir dengan hasil tangkapan utama seperti ikan tongkol dan ikan lajang. Sementara itu, komoditas kelapa juga terus dikembangkan, dari yang sebelumnya diolah secara sederhana menjadi kopra hingga kini mampu menjangkau pasar di luar daerah.
BACA JUGA: Berkat Pemberdayaan Desa BRILian, Ekonomi Desa Hendrosari Bangkit dan Melaju
BACA JUGA: Bukti Nyata Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Ada di Desa BRILiaN Tompobulu
Perkembangan ini menunjukkan adanya peningkatan kapasitas usaha masyarakat yang semakin adaptif terhadap peluang pasar. Untuk mendukung keberlanjutan pertumbuhan tersebut, akses terhadap layanan keuangan menjadi faktor penting.
BRI hadir melalui penyediaan layanan perbankan yang inklusif. Antara lain melalui AgenBRILink, pemanfaatan aplikasi BRImo, serta dukungan pembiayaan yang membantu pelaku usaha desa dalam mengembangkan usahanya secara lebih optimal.
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan program Desa BRILiaN merupakan bagian dari komitmen BRI. Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui program Desa BRILiaN, BRI mendorong penguatan kelembagaan desa, digitalisasi layanan keuangan. Serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal," katanya.
BACA JUGA: Intip Kisah Banyuanyar, Desa Ramah Lingkungan yang Terus Maju Lewat Pemberdayaan BRILiaN
BACA JUGA: Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, BRI Perluas Dukungan bagi Pengembangan Ekonomi Desa
Menurutnya, pendampingan itu, dilakukan secara berkelanjutan. Agar desa mampu tumbuh mandiri dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Dhanny menambahkan, hingga saat ini program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia dan terus diperluas. Sebagai upaya menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah.
Dengan sinergi antara potensi lokal, penguatan kelembagaan desa, serta dukungan berkelanjutan dari BRI, Desa Sausu Tambu kini tumbuh sebagai desa pesisir yang adaptif, produktif, dan berdaya saing. Transformasi ini menjadi contoh nyata bagaimana desa mampu berkembang melalui kolaborasi dan optimalisasi potensi yang dimiliki.