Pemkab Brebes Terima Bantuan Sapi dari Presiden Prabowo Seberat 1,2 Ton

Pemkab Brebes Terima Bantuan Sapi dari Presiden Prabowo Seberat 1,2 Ton

Bupati menyaksikan penyerahan bantuan sapi dari Presiden RI Prabowo Subianto di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan.(istimewa)--

BREBES, radartegal.com - Pemerintah Kabupaten Brebes menerima bantuan hewan kurban berupa sapi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Idul Adha 1447 Hijriah. Bantuan untuk masyarakat Brebes tersebut merupakan yang kedua kalinya.

Tahun sebelumnya, Pemkab Brebes juga mendapatkan bantuan hewan kurban berupa sapi dari Presiden RI. Saat itu, hewan kurban diserahkan di Masjid Agung Bumiayu yang kemudian dagingnya dibagikan kepada masyarakat.

Tahun ini, bantuan sapi dari Presiden RI Prabowo Subianto tersebut akan diserahkan di Masjid yang ada di Dusun Cisadap, Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Brebes menyebutkan, bantuan sapi tersebut telah diserahkan. Sapi bantuan tersebut merupakan milik Naseh Hernawan dari Desa Wanoja, Kecamatan Salem. Sementara jenis sapi yakni Simental hasil Inseminasi Buatan (IB) dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Brebes.

BACA JUGA: Status Jalan Belum Jelas, Pemkab Brebes Nekat Cor Jalan dan Bangun Drainase Hingga PJU

BACA JUGA: Pemkab Brebes Siap Bersinergi dengan Kajari Baru

Adapun sapi Banmas memiliki bobot mencapai 1.198 kilogram dan menjadi salah satu sapi terberat di Provinsi Jawa Tengah. Penempatan sapi bantuan berada di Masjid Salman Warodoh, Dusun Cisadap, Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan oleh petugas, sapi dalam kondisi sehat, telah dilakukan vaksinasi serta pemberian obat cacing guna memastikan kelayakan dan kesehatan hewan kurban sebelum diserahkan," ungkapnya.

Kehadiran sapi Banmas ini, kata dia, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kelancaran pelaksanaan Bantuan Kemasyarakatan Presiden RI Tahun 2026/1447 H di Kabupaten Brebes.

"Selain menjadi bentuk bantuan kepada masyarakat, sapi dengan bobot 1,2 ton ini juga mencerminkan keberhasilan peternakan lokal, penerapan teknologi Inseminasi Buatan, serta sinergi pembinaan peternak oleh Pemerintah Daerah," terangnya.

"Seekor sapi sebesar itu tidak lahir dari proses yang biasa. Dibutuhkan pemeliharaan, ketelatenan, dan manajemen yang serius," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: