Update Kecelakaan Maut di Tol Pejagan-Pemalang: Korban Rata-rata Alami Cedera Kepala

Rabu 18-03-2026,06:00 WIB
Reporter : Dedi Sulastro
Editor : Adi Mulyadi

BREBES, radartegal.com - Informasi terkini insiden kecelakaan maut di Tol Pejagan-Pemalang, diketahui jumlah korban secara keseluruhan sebanyak 39 orang. Satu orang dinyatakan meninggal dunia dilokasi kejadian, dan satu orang lainnya dalam kondisi kritis.

Korban kecelakaan maut bus pengangkut pemudik di ruas tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di KM259 yang terjadi pada Selasa malam, 17 Maret 2026 itu, di bawa ke dua rumah sakit, yakni RSUD Brebes dan Rumah Sakit Bhakti Asih (RSBA) Brebes.

Humas RSUBA Brebes, M.Iqbal mengatakan, total ada 28 penumpang yang menjadi korban kecelakaan dibawa ke RSBA. Dari jumlah tersebut, 14 orang menjalani rawat inap, 13 orang rawat jalan dan saru orang meninggal dunia.

"RSBA menerima 28 orang korban kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang," ujarnya, Rabu 18 Maret 2026.

BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Tol Pejagan-Pemalang KM 259, Satu MD dan 36 Lainnya Dilarikan ke RS

BACA JUGA:One Way Tol Trans Jawa Diberlakukan, Pantura Brebes dari Arah Timur Ramai

Lebih lanjut Iqbal menginformasikan, untuk korban kecelakaan yang dibawa ke RSUD Brebes delapan orang luka ringan, tiga orang luka berat dan satu orang mengalami kritis.

"Kebanyakan mereka (korban) mengalami cedera kepala ringan," terangnya.

Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Pejagan-Pemalang tepatnya di KM259, Selasa 17 Maret 2026 sekira pukul 23.00 WIB. Sebuah bus sarat penumpang terguling ke areal persawahan di lokasi kejadian usai menabrak mobil yang mengalami pecah ban di depannya saat berupaya menghindarinya.

Akibatnya, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara penumpang lainnya dilarikan ke dua rumah sakit di Brebes.

BACA JUGA:Pusat Oleh-oleh Khas Brebes Mulai Diserbu Pemudik

BACA JUGA:Mudik Gratis Jateng 2026: Ahmad Luthfi Lepas Ratusan Pemudik Kereta Api dari Pasar Senen

Proses evakuasi korban meninggal berlangsung cukup dramatis karena terhimpit badan bus. Sementara skema one way yang diberlakukan saat peristiwa terjadi menghambat proses evakuasi para korban.

Belum diketahui pasti kronologis kecelakaan hingga mengakibatkan korban jiwa itu. Namun, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan peristiwa bermula saat sebuah mobil Pick Up melaju di depan bus tiba-toba mengalami pecah ban saat dilokasi kejadian.

Pengemudi Pick Up pun kehilangan kendali. Melihat itu, sopir bus berupaya untuk menghindari kendaraan di depannya itu dengan membanting stir ke arah kiri.

Kategori :