SEMARANG, radartegal.com - Masuk arus mudik 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah pantau 10 titik rawan macet di Jateng. Pemantauan dilakukan secara terpusat melalui Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 yang beroperasi di Gedung Wahana Graha, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, Kota Semarang.
Operasional Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 Pemprov Jateng diresmikan Gubernur Ahmad Luthfi, Jumat 13 Maret 2026. Melalui posko tersebut, 10 titik rawan macet di Jateng dipantau menggunakan CCTV yang sudah terpasang sebelumnya.
Daftar Titik Rawan Macet di Jawa Tengah
Kepala Dishub Jawa Tengah, Arief Djatmiko mengatakan, pemasangan CCTV dilakukan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time, terutama di lokasi yang kerap mengalami kepadatan kendaraan saat arus mudik.
“Pada Posko Angkutan Lebaran tahun ini, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah memasang CCTV di 10 titik yang telah diidentifikasi rawan kemacetan,” kata Arief, saat pembukaan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026.
BACA JUGA:Konsisten Pentaskan Wayang Kulit, Komite Seni Budaya Nusantara Puji Ketua DPRD Jateng Sumanto
BACA JUGA:Siap Layani Pemudik, Posko Terpadu Lebaran 2026 di Jateng Mulai Beroperasi
Lebih lanjut Arief menyebutkan 10 titik rawan macet di Jawa Tengah pada arus mudik 2026. Berikut 10 titik yang dipantau ketat menggunakan CCTV:
- Simpang Bawen
- Pasar Bandungan
- Exit Tol Prambanan
- Pasar Gombong
- Simpang Dieng
- Simpang Lingkar Bumiayu
- Simpang Buntu
- Simpang Wangon
- Bayeman
- Simpang Lingkar Ketanggungan Brebes
Menurut Arief, selain kamera yang dipasang oleh Dinas Perhubungan, pemantauan lalu lintas juga terintegrasi dengan jaringan CCTV milik pemerintah kabupaten/kota, serta operator jalan tol Jasa Marga.
“Kami juga koordinasi dengan kabupaten/kota, sehingga CCTV kabupaten/kota bisa link (terhubung) dengan kami, kami sudah link-kan dan masyarakat yang akan mudik nanti bisa melihat di link itu, terkait kondisi masing-masing kabupaten/kota,” imbuhnya.
Operasional Posko Terpadu
Posko Terpadu Angkutan Lebaran Provinsi Jawa Tengah, kata Arief, akan beroperasi 24 jam, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
BACA JUGA:Jateng jadi Tujuan Utama, Ketua DPRD Sumanto Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan
BACA JUGA:Ahmad Luthfi Salurkan 2 Ton Bantuan Beras Pemprov Jateng untuk Ratusan Pekerja Informal
Posko tersebut diisi oleh 17 personel di setiap sif dan melibatkan berbagai instansi, termasuk unsur kepolisian dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah, serta organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Posko memantau laporan dari posko-posko pelayanan dan pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk di gerbang tol, rest area, simpul transportasi, serta kantor balai dan unit pelaksana teknis di daerah.
Pada Posko Terpadu Lebaran di Dishub Jateng terdapat beberapa koordinator bidang (korbid) seperti Korbid Lalu Lintas, Korbid Jalan, Korbid Kesehatan, Korbid Dinas Komdigi, dan lainnya. Masing-masing korbid akan memantau kegiatan-kegiatan selama masa mudik lebaran ini.