Atasi Persoalan Sampah di Tegal, Pemkot Lakukan Hal Ini

Atasi Persoalan Sampah di Tegal, Pemkot Lakukan Hal Ini

LAUNCHING - Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono melaunching Gerakan Gropyokan Nangani dan Mberesi Sampah --

TEGAL, radartegal.com - Guna mengatasi persoalan sampah di Tegal, Pemerintah Kota (Pemkot) resmi meluncurkan program Gerakan Gropyokan Nangani dan Mberesi Sampah. Kegiatan launching dan sosialisasi digelar, Kamis, 30 April 2026.

Hadir dalam kegiatan, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tazkiyyatul Muthmainnah dan Sekretaris Daerah Agus Dwi Sulistyantono. Selain itu, juga dihadiri Komisi III DPRD Kota Tegal, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Kepala OJK bersama sejumlah pejabat daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Untung Pri Wibowo, dalam laporannya menyampaikan tantangan serius yang dihadapi saat ini adalah pengelolaan sampah. Timbulan sampah mencapai sekitar 170 ton per hari, namun baru sekitar 30 persen atau 50 ton yang berhasil dikurangi dari sumbernya. 

"Sisanya, sekitar 120 ton per hari, masih harus diangkut ke TPA Bokong Semar. Kondisi ini menyebabkan beban TPA semakin berat dan umur pakainya menjadi lebih pendek dari yang direncanakan,” katanya.

BACA JUGA: Pansus DPRD Brebes Bahas 4 Raperda, Salah Satunya tentang Pengelolaan Sampah

BACA JUGA: Peringati Hari Bumi 2026, Pertamina Fuel Terminal Tegal Gelar Coastal Clean Up, Kumpulkan 1,1 Ton Sampah

Menurut Untung, program gropyokan itu, juga menjadi bagian dari upaya memenuhi target nasional pengurangan sampah sebesar 60 persen pada 2026. Serta menuju bebas sampah (zero waste) pada 2029.

Menurutnya, program itu bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Khususnya dari sumber seperti rumah tangga, perkantoran, sekolah, tempat usaha, dan pasar. 

"Melalui pendekatan gotong royong, masyarakat diharapkan mampu memilah dan mengolah sampah secara mandiri," ujarnya.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam sambutannya menegaskan, persoalan sampah harus diselesaikan dari hulu. Yakni dari sumber penghasil sampah itu sendiri.

BACA JUGA: Soroti Ketimpangan Pengelolaan, DPRD Kota Tegal Usulkan Revisi Perda Pengelolaan Sampah

BACA JUGA: Kesiapan Mudik Minim Sampah di Stasiun Tegal Dipantau Wamen LH

“Permasalahan utama pengelolaan sampah terletak pada belum optimalnya pengelolaan sampah rumah tangga. Karena itu, kita perlu pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui gerakan gropyokan ini,” ujar Dedy Yon Supriyono.

Dedy Yon menjelaskan, program itu mengadopsi pendekatan “orang tua asuh” yang sebelumnya diterapkan dalam penanganan stunting. Dengan melibatkan OPD, sekolah, dan puskesmas sebagai pendamping di tingkat kelurahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: