TEGAL, radartegal.com - Ratusan mahasiswa dari sejumlah universitas di Kota dan Kabupaten Tegal menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD setempat, Jumat, 27 Februari 2026 sore. Dalam aksinya, mereka membawa setidaknya sembilan tuntutan terkait pelaksanaan program yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran.
Adapun sembilan tuntutan itu antara lain, kembalikan realisasi anggaran pendidikan 20 persen APBN ke fungsi sebenarnya, evaluasi total program MBG, reformasi Polri secara Nyata. Selanjutnya, bebaskan tahanan politik, optimalisasi perlindungan data pribadi, tingkatkan kesejahteraan nakes dan guru honorer, penyelesaian isu penonaktifan BPJS.
Berikutnya, rekrutmen Polri minimal S1 untuk Perwira, Bintara dan Tamtama. Serta, menuntut sistem verifikasi ijasah yang terintegrasi dengan pangkalan.
Ketua BEM Universitas Pancasakti Tegal M. Al Talarik mengungkapkan ada beberapa tuntutan yang disampaikan dalam aksi kali ini. Antara lain, pertama mengarahkan ke pendidikan.
BACA JUGA: Demo Bawa Poster, Ratusan Warga Geruduk Rumah Mantan Kades Dukuhwringin Tegal
BACA JUGA: Demo Bergejolak di Wilayah Jateng, Gubernur Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas
"Di mana pendidikan saat ini sangat terganggu. Apalagi dengan kehadiran program MBG yang tidak memberikan pengaruh secara signifikan pendidikan," katanya.
Selanjutnya, kata Al, reformasi Polri secara nyata. Karena Polri, selalu menyatakan evaluasi, tetapi ternyata oknum-oknum di dalamnya cukup banyak.
"Apalagi peredaran narkoba yang saya yakin Polri dan BNN tahu. Tegapi belum ada tindakan tegas," ujarnya.
Selanjutnya, terkait peningkatan kesejahteraan guru honorer yang sudah puluhan tahun. Sementara, ada wacana karyawan MBG yang akan dinaikkan jadi PPPK, padahal baru setahun bekerja.
BACA JUGA: Diterpa Isu Demo, Karnaval HUT ke-80 RI Desa Kalisapu Slawi Ganti Rute
BACA JUGA: 9 Orang Jadi Korban Demo di Kota Tegal
"Kemudian terkait penanganan wilayah Kota terkait bencana. Kota ini kan di hilir, kita lihat banjir Kota sudah mulai lagi, semenara persiapan belum matang," jelasnya.
Sementara itu, dalam kegiatan aksi yang diisi dengan diskusi itu juga dihadiri Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro, Sekretaris Daerah Agus Dwi Sulistyantono, Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya. Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan dan penyerahan surat pernyataan tuntutan dari mahasiswa kepada Sekda Kota Tegal.