Bencana di Mana-mana, Jawa Tengah Modifikasi Cuaca

Rabu 28-01-2026,08:55 WIB
Reporter : Adi Mulyadi
Editor : Adi Mulyadi

Pada OMC Selasa, 27 Januari 2026, atau sortie ketiga, sebut dia, pesawat PK-SCJ melakukan penyemaian awan menggunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kilogram.

BACA JUGA:Daftar Wisata Jawa Tengah yang Jadi Magnet Turis Nusantara hingga Mancanegera

BACA JUGA:Daftar 11 Bidang Kerja Sama Jawa Tengah-Lampung yang Resmi Diteken dengan Nilai Transaksi Rp832,3 Miliar

Penyemaian dilakukan pada Target 1 yang berada pada radial 298 hingga 309 derajat, dengan jarak 52 sampai 82 nautical mile (nm) dari Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

“Area sasaran berada di perairan utara Jawa Tengah, yang secara meteorologis masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan,” ungkap Fadhlan sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengamatan selama penerbangan, penyemaian dilakukan pada awan Cumulus Congestus, dengan ketinggian puncak awan mencapai 14.000 hingga 15.000 kaki, dan dasar awan berada di kisaran 4.000 hingga 5.000 kaki.

Selain itu, turut teridentifikasi awan Stratocumulus dengan puncak awan sekitar 10.000 kaki, dan dasar awan di ketinggian 6.000 kaki.

BACA JUGA:Sejumlah Wilayah Dilanda Bencana, Pegawai BI Tegal, Pusat dan Jateng Patungan Salurkan Bantuan

BACA JUGA:DPRD Jateng Bahas Strategi Pertanian Bersama Pemkab Brebes

Kondisi angin pada saat penyemaian pada ketinggian 10.000 hingga 11.000 kaki, bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat dengan kecepatan antara 5 hingga 17 knot.

Sementara data angin di lapisan bawah hingga menengah menunjukkan arah Barat Laut, dengan kecepatan berkisar 17 hingga 25 knot.

Tim OMC melaporkan, awan di perairan utara Jawa Tengah masih terpantau cukup masif. Pada ketinggian 10.000 kaki, terlihat banyak awan berlapis (layering).

Meski demikian, pesawat masih dapat menembus hingga ke bagian utara awan target. Di lapisan atas, terpantau awan luruhan (anvil) yang berasal dari awan Cumulonimbus.

Lebih lanjut Fadhlan menguraikan, hasil penerbangan itu sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan OMC, yang terus dilakukan secara bertahap dan terukur.

Kategori :