Ubah Sampah jadi Eco Enzyme, Upaya Kurangi Beban TPA di Brebes

Ubah Sampah jadi Eco Enzyme, Upaya Kurangi Beban TPA di Brebes

DWP Dinbudpar saat mengikuti pelatihan dalam pengelolaan sampah menjadi eco enzyem.(istimewa)--

BREBES, radartegal.com - Penanganan sampah merupakan salah satu program yang terus ditingkatkan oleh Pemkab Brebes. Tidak hanya pemerintah, pegiat lingkungan juga ikut serta dalam penanganan sampah

Pegiat Eco Enzyme Nusantara wilayah Brebes Ulfatunlaeli Sa’adiyah Laeli memaparkan bahwa Eco Enzyme merupakan salah satu solusi untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Yakni, dengan mengolah sampah dapur menjadi produk bermanfaat.

Dia menerangkan, lewat rumus 1:3:10 bisa digunakan masyarakat dalam pembuatan Eco Enzyme yang dapat dipraktikkan di rumah.

"Satu banding tiga banding sepuluh itu apa saja, yakni satu bagian gula merah atau molase, tiga bagian sampah organik (minimal lima jenis kulit buah atau sayur segar, tidak berlemak atau keras) dan sepuluh bagian Air 60% dari volume wadah," terangnya.

BACA JUGA: Belasan Kades di Brebes Dijabat Pj, Komisi I Minta Percepatan Pilkades PAW

BACA JUGA: Susun RKPD 2027, Pemkab Brebes Gelar FKP Tampung Masukan Masyarakat

"Proses fermentasi dilakukan selama tiga bulan dalam wadah tertutup rapat. Hasilnya adalah cairan 'bonus melimpah' yang bisa menjadi sabun mandi, karbol, detergen, hingga pembersih udara," lanjutnya.

Lebih dari sekadar produk kebersihan, pengolahan Eco Enzyme diklaim sebagai langkah nyata melawan krisis iklim. Dengan mencegah sampah organik membusuk di TPA, emisi gas metana dapat dikurangi yang pada gilirannya membantu melindungi lapisan ozon dan menekan pemanasan global.

"Melalui pelatihan, para anggota DWP Dinbudpar Brebes tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelopor pelestarian lingkungan di lingkungan keluarga dan tetangga masing-masing," jelasnya.

Pelatihan pengelolaan sampah menjadi eco enzyme diapresiasi oleh Plt Pembina DWP Dinbudpar Ny Sriatun Eko Supriyanto. Adanya pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menekan volume sampah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait