Namun demikian, bupati juga berharap adanya dukungan dari warga, khususnya terkait pelebaran jalan.
"Harapan kami, warga bisa berkontribusi dengan menghibahkan sebagian tanahnya untuk pelebaran. Nanti pembangunan jalannya akan kami tangani dari APBD,” pungkasnya.
Dengan dukungan legislatif, warga, dan komitmen pemerintah daerah, pembangunan jalan lingkar Lebakgowah diharapkan segera terealisasi dan menjadi solusi atas kemacetan serta tingginya angka kecelakaan di kawasan tersebut.
Mayoritas Pengguna Jalan Pengendara Motor
Salah satu warga Ibrohim Aji, warga Desa Lebakgowah, membenarkan bahwa mobilitas kendaraan di jalan utama desanya sangat tinggi. Mayoritas pengguna jalan adalah pengendara sepeda motor yang bekerja sebagai karyawan pabrik sepatu di wilayah Lebaksiu dan Balapulang.
“Setiap hari ramai sekali, terutama pagi dan sore. Sejak jalan ini jadi akses utama karyawan pabrik, kecelakaan sering terjadi,” ungkap Ibrohim.
Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tersebut telah menelan korban jiwa.
“Setahu saya, sudah dua orang meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka sampai harus dirawat di rumah sakit,” tuturnya.
Warga sebenarnya telah berulang kali mengadukan persoalan ini kepada dinas terkait dan Bupati Tegal. Bahkan dalam waktu dekat, Dinas Perhubungan berencana memasang rambu-rambu lalu lintas serta garis kejut. Namun, warga menilai langkah tersebut belum cukup.
“Rambu itu penting, tapi tidak menyelesaikan masalah utama. Jalan lingkar tetap jadi harapan kami agar lalu lintas tidak menumpuk di satu jalur saja,” tegas Ibrohim.