BREBES, radartegal.com - Kabupaten Brebes berhasil menjadi juara III di ajang Final Investment Challenge (IC) 2025) tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Hotel Padma Kota Semarang. Penghargaan diserahkan langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan diterima Wakil Bupati Brebes Wurja.
Bahkan, keberhasilan itu langsung diikuti langkah konkret, dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) oleh PT Intan Boga Sangkara, dengan komitmen investasi senilai Rp50 miliar untuk pembangunan industri pengolahan garam di Brebes.
Selain itu, lima perusahaan lain juga telah menyatakan minat untuk menanamkan modalnya di sektor yang sama dan melakukan survey lokasi pada Rabu 5 November 2025
Sebelum mendapatkan penghargaan Wakil Bupati Brebes Wurja tampil langsung di panggung Investment Challenge dengan paparan mendalam berdurasi hampir tiga jam. Ia menyampaikan visi besar Pemkab Brebes untuk menjadikan Brebes sebagai pusat industri garam modern di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Raih Peringkat Enam Pengelolaan Kearsipan, DPMPTSP Terus Tingkatkan Layanan
BACA JUGA: DPMPTSP Brebes Lakukan Pengawasan Usaha
“Garam krosok rakyat kita harus naik kelas. Dengan hilirisasi, Brebes bisa memastikan nilai tambah bagi petambak, sekaligus menjamin pasokan garam industri dan konsumsi secara berkelanjutan,” tegas Wurja di hadapan dewan penguji saat itu.
Konsep investasi yang ditawarkan Pemkab Brebes tidak hanya berfokus pada pembangunan lima gudang garam berkapasitas 20.000 ton. Tetapi juga mendirikan pabrik pengolahan garam krosok menjadi garam industri dan konsumsi.
Langkah ini diharapkan dapat mengubah wajah sektor garam rakyat Brebes yang selama ini hanya bertumpu pada penjualan bahan mentah. Ditambah lagi, kualitas garam Brebes yang dikenal tinggi dengan kandungan NaCl di atas 97 persen dan potensi produksi hingga 20.000 ton per tahun menjadi modal besar.
Namun, tanpa pengolahan dan jaminan harga, para petambak kerap terjebak dalam fluktuasi pasar. Wurja menambahkan, jika proyek ini bukan sekadar investasi fisik, tetapi solusi jangka panjang bagi kesejahteraan lebih dari 500 petambak garam Brebes.
BACA JUGA: DPMPTSP Brebes Buka Layanan SKCK di Hari Libur, Permudah PPPK Paruh Waktu
BACA JUGA: Pemkab Brebes Gelar Popda dan Forda, Jaring Atlet Berprestasi
“Dengan lima gudang, produksi garam rakyat bisa ditampung sebanyak-banyaknya, sehingga stok aman dan harga tidak jatuh saat panen raya,” ungkapnya.
Selanjutnya, Wurja menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang sudah bekerja luar biasa. Mulai dari Baperrida, DPMPTSP, Dinas Kelautan dan Perikanan, DLH, DPU, DPSDAPR, Bagian Hukum dan yang lainya, hingga para pendamping dari KERIS Jateng dan Universitas Diponegoro.
"Prestasi ini hasil kerja kolaboratif dan semangat yang sama untuk membangun Brebes yang lebih maju,” ujar Wurja usai menerima penghargaan.