Pendamping komunitas difabel Pandawa Patra, Haryono menyebut, Pandawa Patra kini punya 28 anggota aktif ditambah 4 keluarga rentan. Jika dulu hanya kumpul-kumpul, sekarang benar-benar berlatih, mindset berubah, jadi lebih produktif dan optimistis.
Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga lewat CSR sudah menjalankan 5 program pemberdayaan dalam 5 tahun terakhir. Dengan melibatkan lebih dari 650 difabel.
Program unggulan antara lain Kresna Patra di Boyolali yang memberdayakan 550 difabel lewat menjahit dan konveksi. Srikandi Patra berupa pelatihan membatik, Pandawa Patra dengan integrated farming.
BACA JUGA: Wagub Jateng Wejang Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Tegal Usai Pelantikan
BACA JUGA: Bikin Heboh Lapangan Gasibu Bandung, Ganjar 'Diculik' Wagub Jabar Dibawa ke Gedung Sate
Berikutnya, Difabel Ampel dengan perekrutan kurir Bright Gas. Serta Gita Patra di Semarang berupa rumah terapi ramah difabel.
Komisaris Independen PT Pertamina, Condro Kirono menegaskan, komitmen Pertamina dalam mendukung budaya, kegiatan sosial. Hingga pemberdayaan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
Menurutnya, Pertamina tak bisa bekerja sendiri. Melainkan perlu kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perusahaan lain.
“Pertamina terus berkomitmen memberikan pendampingan dan support kepada sahabat-sahabat difabel maupun masyarakat rentan. Dari hulu hingga hilir, semua unit punya tanggung jawab sosial dan lingkungan,” ujar Condro.
BACA JUGA: Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Minta Penderita HIV/AIDS di Jateng Terbuka
BACA JUGA: Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Wacanakan Suami Dibolehkan Poligami demi Tekan Penderita HIV/AIDS
Condro menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi Jateng. Maupun kabupaten yang mendorong sinergi ini.
“Pak Gubernur dengan program Kecamatan Berdaya, Pak Bupati juga mendorong perusahaan-perusahaan di wilayahnya untuk bersama-sama mendengarkan kebutuhan masyarakat. Harapannya, semangat kesetaraan ini membuat teman-teman difabel semakin mandiri,” tambahnya.
Bupati Boyolali Agus Irawan menambahkan, daerahnya sudah bekerja sama dengan perusahaan. Untuk membuka peluang kerja dan beasiswa bagi difabel.
“Boyolali juga sudah punya 4 kecamatan yang jadi lokasi Kecamatan Berdaya. Kami berkomitmen memberi fasilitas dan kesempatan setara agar difabel bisa terus berinovasi,” katanya.