Karya terbaik dipilih berdasarkan kreativitas, kekuatan pesan, jangkauan dampak yang dihasilkan dari masing-masing karya. Serta kinerja kampanye keselamatan berkendara selama periode tahun 2024-2025.
Para peserta merupakan perwakilan terbaik dari 6 SRL binaan Yayasan AHM. Yakni SMKN 1 Bulakamba Brebes Jawa Tengah, SMK Mitra Industri MM2100 Bekasi Jawa Barat, SMK Teknik Panca Abdi Bangsa Binjai Sumatera Utara dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang Jawa Timur.
BACA JUGA: Siap-siap! AHM Buka Pendaftaran Mudik dan Balik Bareng Honda 2025, Ini LINK-nya
BACA JUGA: Gonta-ganti Oli Mesin Honda Bikin Motor Overheat? Ini Kata Dealer Resmi AHM
Selanjutnya, ada SMAN Bali Mandara dan SMKN 4 Tasikmalaya Jawa Barat. Sementara itu, para guru PAUD berasal dari wilayah DI Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Karawang Jawa Barat.
SMKN 1 Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada kegiatan ini. Di mana, Juara 1 kategori Guru Safety Riding Lab terbaik disematkan kepada Yusufa, sementara Cahaya berhasil meraih Juara 2 kategori Duta Siswa Safety Riding.
Keberhasilan itu, menunjukkan sinergi kuat antara guru dan siswa. Utamanya, dalam membangun budaya keselamatan berkendara di lingkungan sekolah.
“Kemenangan ini adalah kali kedua saya meraih Juara 1 sebagai Guru Safety Riding Lab di ajang nasional. Ini menjadi bukti bahwa konsistensi dan komitmen SMKN 1 Bulakamba dalam membangun budaya keselamatan berkendara bukan hanya slogan, tapi sudah menjadi budaya sekolah,” ujar Yusufa, guru SMKN 1 Bulakamba.
BACA JUGA: AHM Resmi Perkenalkan Honda ICON e: dan Honda CUV e:, yang Bisa Dicas Pakai Colokan Biasa
BACA JUGA: Di IMOS 2024, Sepeda Listrik Honda ICON e: dan CUV e: Mejeng di Booth AHM
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan Safety Riding Camp bukan sekadar kompetisi. Namun investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia.
"Terutama dalam memberikan pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan untuk masyarakat. Kami meyakini bahwa menjalankan budaya keselamatan berkendara butuh sinergi yang kuat," ujar Muhib.
Menurutnya, pihaknya berkolaborasi dengan duta dan figur keselamatan berkendara dari berbagai kalangan. Untuk mengembangkan budaya keselamatan berkendara dengan cara yang menarik dan mudah dipahami para pengguna jalan raya di Indonesia.
Merujuk data Yayasan AHM, SRC yang diselenggarakan pertama kali pada 2017 telah mengedukasi sekitar 80.000 penerima manfaat dari berbagai kalangan. Seperti pelajar, mahasiswa, instansi pemerintah maupun swasta.
BACA JUGA: Pekan Depan AHM Siap Rilis Scoopy Model Terbaru 2024? Ini Keterangannya