Tim Safety Riding Astra Motor Jateng: Bukan Cuma Hati yang Galau, Ban Motor Juga Perlu Kepastian

Tim Safety Riding Astra Motor Jateng: Bukan Cuma Hati yang Galau, Ban Motor Juga Perlu Kepastian

BAN MOTOR - Tim Safety Riding Astra Motor Jateng menghimbau para bikers untuk selalu memeriksa kondisi ban motor agar tetap #Cari_Aman dalam berkendara. (FOTO: Tim Safety Riding Astra Motor Jateng)--

SEMARANG, radartegal.com – Menyikapi fenomena pancaroba saat ini dimana cuaca sedang tidak baik-baik saja, tim safety riding Astra Motor Jateng menghimbau agar bikers memastikan kondisi ban motornya dalam kondisi siap tempur.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng Oke Desiyanto menurutkan, ban merupakan satu - satunya titik kontak motor dengan aspal sehingga perannya sangat penting untuk menunjang #Cari_Aman berkendara.  

“Fenomena pancaroba ini bukan sekadar soal sedia jas hujan, tapi tentang bagaimana kita memastikan satu - satunya titik kontak motor dengan aspal yaitu ban dalam keadaan safety,” jelas Oke.

Menurut Oke, dalam dunia safety riding atau keselamatan berkendara, ban adalah "nyawa" kedua. Dan di musim pancaroba seperti saat ini, tantangan bagi si karet bundar menjadi berlipat ganda karena di pagi hari matahari menyengat, namun sore hari tiba-tiba awan menumpahkan air di jalur lingkar atau tanjakan curam. 

BACA JUGA: Hari Pers Nasional 2026, Astra Motor Jateng Beri Service dan Oli Gratis untuk Jurnalis Jateng

BACA JUGA: Pertahankan Gelar, SMK Binaan Astra Motor Jateng Raih Best of the Best Festival Vokasi Satu Hati 2026

Kali ini tim safety riding Astra Motor jateng akan membedah hal apa saja yang perlu diwaspadai agar perjalanan bikers tetap aman dan nyaman dalam berkendara.

Ancaman "Oil Slick" di Awal Hujan. Pernahkah Anda merasa jalanan justru lebih licin saat hujan baru turun rintik - rintik ketimbang saat hujan deras? Sisa oli, debu, dan kotoran di jalanan akan naik ke permukaan dan membentuk lapisan tipis yang sangat licin.

Jika rintik hujan mulai turun, segera turunkan kecepatan. Jangan menunggu hujan deras untuk menjadi waspada.

Kondisi Tekanan Angin. Banyak bikers menganggap ban yang sangat keras akan membuat motor lebih lari. Padahal, di musim pancaroba yang sering hujan, ban yang terlalu keras (over-pressure) akan mempersempit contact patch (bidang kontak) ban dengan aspal.

Seperti memakai sepatu pantofel dengan sol plastik keras di lantai keramik basah—Anda akan mudah tergelincir. Pastikan tekanan angin sesuai standar agar ban bisa "memeluk" aspal dengan sempurna.

Bahaya Laten "Aquaplaning". Aquaplaning adalah kondisi di mana ban tidak lagi menyentuh aspal, melainkan mengambang di atas lapisan air. Ini sering terjadi di genangan air jalur cepat atau jalanan yang tidak rata. Jika ban Anda gundul, air tidak punya jalur evakuasi melalui alur (kembangan), dan motor Anda akan hilang kendali seketika.

Perubahan Suhu Ekstrem pada Material Ban. Panas terik di siang hari membuat karet ban memuai, lalu tiba-tiba disiram hujan dingin di sore hari. Perubahan suhu yang ekstrem ini bisa mempercepat timbulnya retak halus (cracking) pada dinding ban. Perhatikan apakah ban Anda sudah menunjukkan tanda-tanda penuaan ini.

“Ingat, ban yang prima adalah jaminan bahwa Kita akan sampai di rumah untuk bertemu keluarga. Di musim pancaroba ini, kurangi ego untuk memacu gas dalam-dalam saat cuaca tidak menentu. Lebih baik sampai telat sedikit karena menjaga ritme, daripada tidak sampai sama sekali karena ban yang kehilangan traksi,” pesan Oke.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait