BREBES, radartegal.com - Angka pengangguran terbuka di Kabupaten Brebes 2024 lalu masih cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes, angka pengangguran terbuka mencapai 95.679 orang atau sekitar 8,35 persen dari jumlah angkatan kerja.
Jumlah tersebut hanya turun 0,63 persen dari 2023 di angka 8,98 persen. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Brebes Warsito Eko Putro kepada Radar Tegal Grup menyampaikan kalau angka pengangguran terbuka di Brebes masih tinggi.
Dia merinci untuk pengangguran laki-laki mencapai 60.459 orang. Lebih tinggi dari pengangguran perempuan yang jumlahnya 35.220 orang.
"Faktor angka pengangguran kita tinggi karena ada berberapa faktor, terutama gender. Banyak pengangguran kita itu adalah laki-laki," kata Warsito Eko Putro, Senin 7 Juli 2025.
BACA JUGA: Pengangguran Melonjak, Kemiskinan Meningkat
BACA JUGA: Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Tegal Lulusan SMK Naik, Serapan Harus Ditingkatkan
Eko menyebutkan, kalau beberapa pabrik di Brebes lebih banyak membutuhkan karyawan wanita. Hal ini lantaran mayoritas pabrik memproduksi alas kaki dan garmen. Namun demikian, pihaknya terus mengupayakan dan meminta para HRD untuk bisa merekrut pekerja laki-laki.
"Mereka lebih banyak merekrut perempuan. Kami selalu berusaha agar para HRD itu menerima laki-laki," jelasnya.
Meski begitu, dia menyebutkan kalau surah ada beberapa pabrik yang melakukan perekrutan dan mempekerjakan laki-laki. Di antaranya PT Mitra Emas Lestari (MEL) hampir 80 persen pekerja laki-laki, PT Bintang Indokarya Gemilang (BIG) 20 persen pekerja laki-laki dan PT Shyang Tah Jyun (STJ) hampir 80 persen pekerja laki-laki.
"Pekerja laki laki ada di PT BIG 20 persen, PT MEL hampir 80 persen, dan PT STJ hampir 80 persen," ungkapnya.
BACA JUGA: Turunkan Angka Pengangguran, Dikbud Kabupaten Tegal Gandeng LKP
BACA JUGA: Angka Pengangguran di Brebes Masih Tinggi, Ini Kata Dinperinaker
Berbagai faktor masih tingginya jumlah pengangguran di Brebes adalah faktor masih rendahnya pendidikan. Menurutnya, di Kabupaten Brebes lebih dari 50 persennya adalah lulusan SD dan tidak lulus SD. Mereka hanya bisa mengakses pekerjaan di sektor informal, seperti petani, tukang bangunan, dan serabutan.
"Di kita banyak pekerja informal, seperti tukang bangunan, petani, dan sektor informal lainnya. Kabupaten Wonogiri angka penganggurannya lebih rendah karena lapangan kerja informalnya lebih banyak. Jadi yang harus kita ciptakan itu lapangan kerja informal," paparnya.
Dia menyebutkan, link and match atau angkatan kerja dengan jurusan pendidikan yang tidak relevan dengan sektor industri yang ada di Kabupaten Brebes. Di mana, di Brebes banyak pabrik yang memproduksi alas kaki dan garmen, sementara kebanyakan lulusan adalah jurusan komputer dan mesin.