Jadi, "Anantaboga" diartikan sebagai "makanan yang tak pernah habis" atau "kenikmatan yang tak berkesudahan". Pengertian tersebut melambangkan bumi sebagai sumber kehidupan, kesuburan, dan segala kebutuhan bagi makhluk hidup.
4. Kesaktian Menghidupkan Orang Mati
Sosok Antaboga juga sering dikaitkan dengan kemampuan untuk membuat orang mati bisa hidup lagi. Kesaktian ini konon didapatkan karena Antaboga memiliki Air Kehidupan (Tirta Amerta). Kemampuan ini kemudian diwariskan kepada cucunya, Antareja (putra Nagagini, anak Antaboga).
BACA JUGA: Mitos Sungai Siak! Ini Sosok yang dipercaya Jadi Penunggunya
BACA JUGA: Mitos Memberi Jam ke Pasangan, Bisa Bikin Cepat Putus?
5. Kemampuan Berubah Wujud (Triwikrama)
Kepercayaan tentang Antaboga ini juga sering digambarkan sebagai naga raksasa. Ia dipercaya memiliki kemampuan untuk berubah wujud menjadi manusia yang gagah. Ia menjadi naga jika saat marah atau untuk menunjukan kesaktiannya.
6. Tokoh Berbudi Luhur dan Bijaksana
Dalam pewayangan Jawa, Antaboga digambarkan sebagai sosok bijaksana, penolong, dan adil. Konon ia diangkat menjadi dewa karena sifat-sifat baiknya serta banyak membantu para dewa.
7. Hubungan Keluarga dengan Tokoh Pewayangan Lain
Mitos ular raksasa Antaboga ini juga dikaitkan dengan hubungan keluarga tokoh pewayangan lain. Konon, Antaboga ini merupakan ayah dari Dewi Nagagini, yang kemudian menikah dengan Bima (Werkudara), salah satu Pandawa.
Dari pernikahan Nagagini dan Bima, lahirlah Antareja yang merupakan seorang kesatria sakti yang mewarisi kesaktian kakeknya, Antaboga, termasuk kemampuan untuk hidup di dalam tanah dan menghidupkan kembali orang mati dengan air liurnya.
8. Ornamen dan Simbol dalam Kebudayaan Jawa dan Bali
Sosok mitologi naga Antaboga ini bukan sekedar cerita. Sosoknya sering ditemukan dalam ornamen, ukiran, dan hiasan pada bangunan tradisional, keris, gamelan (terutama gong), hingga pura di Bali.
Penutup
Antaboga bukanlah sekedar ular raksasa atau naga, namun jadi representasi kekuatan alam bawah, kesuburan, kehidupan, dan kebijaksanaan yang menjaga keseimbangan jagat raya dalam kosmologi Jawa dan Bali yang tidak jauh dari nilai-nilai filosofis dan spiritual. Demikian tentang mitos sosok ular raksasa Antaboga dalam pewayangan.