Imbas Perang Iran-Israel: 50 Ribu Sarung Tegal Gagal Kirim ke Afrika
SARUNG TEGAL- Konflik Iran-Israel & Laut Merah menghambat ekspor 50 ribu Sarung Tegal ke Afrika. -Yeri Noveli-
TALANG, radartegal.com– Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai memukul sektor industri kreatif di Kabupaten Tegal. Konflik antara Iran dan Israel serta blokade di jalur Laut Merah menyebabkan ekspor Sarung Tegal ke pasar Afrika dan Timur Tengah tersendat total per Maret 2026.
Dampak Konflik Global Terhadap Industri Sarung Tegal
Sejumlah pengusaha sarung di sentra industri Talang melaporkan pembatalan pengiriman besar-besaran sejak dua hari terakhir. Jamal Alkatiri, pengusaha sarung Tegal mengonfirmasi bahwa jalur logistik internasional saat ini berada dalam posisi suspend.
"Mulai kemarin, pengiriman dari Indonesia ke Afrika terhenti. Kami mendapat kabar bahwa semua jadwal keberangkatan dibatalkan oleh pihak pelayaran," ujar Jamal saat ditemui di pabriknya, Desa Pacul, Senin 2 Maret 2026.
BACA JUGA: Dongkrak UMKM, Kebijakan Sarung Batik di Pemprov Jateng Menuai Pujian
BACA JUGA: Bahas Revitalisasi Pasar di Brebes Hingga Ekspor, Jalin Sinergi dengan Kemendag
Beberapa poin utama hambatan ekspor saat ini meliputi:
- Pembatalan Kontainer: Rencana pengiriman 50 ribu sarung (2 kontainer) pada 3 dan 7 Maret 2026 resmi dibatalkan.
- Kelangkaan Unit: Ketersediaan kontainer kosong di pelabuhan menurun drastis.
- Lonjakan Biaya: Ongkos transportasi logistik internasional naik signifikan sebesar 15% dalam satu bulan terakhir.
- Data Industri: Terdapat sekitar 30 perusahaan sarung di Kabupaten Tegal yang mayoritas produksinya menyasar pasar Afrika sebagai busana harian.
Saat ini, para pengusaha hanya mampu memenuhi 30% dari total permintaan global akibat kendala distribusi dan situasi keamanan di Laut Merah yang melibatkan intervensi Amerika Serikat.
Penjualan Domestik Jadi Penyelamat Jelang Lebaran 2026
Meski pasar ekspor lesu akibat imbas perang, para perajin bernapas lega berkat lonjakan permintaan di pasar domestik. Menjelang Idulfitri 2026, tren penjualan sarung di dalam negeri justru meroket tajam melalui platform marketplace.
"Jika biasanya kami menjual 20 hingga 50 sarung per hari, sekarang menembus 500 sarung per hari. Kenaikannya hampir 300%," ungkap Jamal.
BACA JUGA: Bangga! Produk Sapu Rayung Watukumpul Pemalang Binaan KPwBI Tegal Sukses Ekspor ke Luar Negeri
Produk unggulan seperti Sarung Toldem (Tenun Alat Tenun Bukan Mesin/ATBM) tetap menjadi primadona. Tekstur khas dan nilai tradisionalnya membuat permintaan lokal naik tiga kali lipat setiap memasuki musim Ramadan dan Lebaran.
Harapan Pelaku Usaha
Hingga awal Maret 2026, pelaku usaha di Tegal hanya bisa menunggu kepastian stabilitas global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

