Namun mitos ini lagi-lagi tidak memiliki dasar ilmiah atau keagamaan. Beberapa keluarga mungkin memegang tradisi ini demi menjaga jarak waktu dalam pembiayaan atau sekadar alasan logistik, bukan karena percaya penuh pada mitosnya.
6. Kembar Buncing Harus Dinikahkan?
Dalam budaya Bali, terdapat kepercayaan mengenai kembar buncing, yaitu pasangan kembar laki-laki dan perempuan. Menurut adat, mereka harus dinikahkan secara adat meskipun mereka bersaudara, bukan pasangan sejati.
Jika adat ini diabaikan, dipercaya bahwa si kembar akan mengalami kesialan dalam hidup, termasuk gagalnya pernikahan yang sebenarnya.
Namun menurut tokoh adat Bali yang diwawancarai Bali Tribune, tradisi ini sudah mulai ditinggalkan oleh generasi muda, karena dianggap tidak sesuai dengan nilai modern dan etika saat ini.
BACA JUGA: 6 Mitos Kesehatan yang Diungkap Dr Tirta, Apakah Minum Teh Penyebab Gagal Ginjal?
BACA JUGA: 5 Mitos Sunda yang Masih Dipercaya Masyarakat, Ternyata Ada Larangan Menikah
"Sekarang kita lebih rasional. Tradisi bisa dijaga, tapi jangan memaksakan hal yang tidak logis," ujarnya.
Jangan Takut Mitos, Fokus pada Hubungan Sehat
Mitos pernikahan memang masih melekat kuat dalam budaya Indonesia. Meskipun sebagian besar tak punya dasar ilmiah, pengaruh sosial dan budaya membuatnya sulit diabaikan, terutama jika orang tua atau keluarga besar masih mempercayainya.
Namun penting untuk diingat, keberhasilan pernikahan tidak ditentukan oleh bulan, tanggal, atau arah rumah, melainkan oleh komitmen, komunikasi, saling percaya, dan kesiapan mental serta finansial pasangan.
Kalau kamu sedang dalam masa persiapan nikah dan mendengar banyak mitos semacam ini, diskusikan baik-baik dengan pasangan dan keluarga.
BACA JUGA: Mitos Jawa tentang Pintu Masuk Rumah yang Menghadap Utara
BACA JUGA: 5 Mitos di Gunung Merbabu yang Sering Dibicarakan, Ada Macan Penjaga?
Hormati tradisi, tapi jangan sampai kehilangan arah pada apa yang benar-benar penting, membangun rumah tangga yang sehat dan bahagia.