Bupati Pimpin Rakor Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Tegal

Bupati Pimpin Rakor Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Tegal

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman pimpin Rapat Koordinasi Pasca Bencana Hidrometeorologi di Kab. Tegal-radar tegal-Poto : doc. Prokompin Kab. Tegal

SLAWI, radartegal.com – Bupati Ischak Maulana Rohman pimpin rapat koordinasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas penanganan bencana hidrometeorologi di Tegal. Rakor ini merespon terjadinya bencana dalam beberapa hari terakhir, termasuk banjir bandang di kawasan wisata Guci yang berakibat putusnya sejumlah jembatan dan kerusakan infrastruktur vital. 

Rapat yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, pada Kamis (29/01/2026), dihadiri Wakil Bupati Ahmad Kholid, Sekretaris Daerah Amir Makhmud, unsur Forkopimda, serta perangkat daerah terkait.

Dalam arahannya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi tahun ini berdampak lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama di wilayah hulu Kabupaten Tegal.

“Saya menerima banyak laporan bencana, khususnya di wilayah atas. Kita tahu sejak 1992 wilayah ini memang rawan, tetapi tahun ini yang paling parah. Kerusakan terjadi secara masif: tiga jembatan hilang, tiga bendungan rusak, salah satunya bendung yang mengairi sekitar 600 hektare lahan,” ungkap Bupati.

BACA JUGA: Desa Sumbarang Tegal Longsor, Evakuasi Material Dibantu Aparat

BACA JUGA: Banjir dan Longsor di Lereng Gunung Slamet, Ternyata Ini Penyab Utamanya

Bupati menekankan perlunya langkah penanganan yang cepat, efektif, dan terukur mengingat keterbatasan waktu serta kondisi lapangan yang masih berisiko.

“Dengan mengandalkan Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp10 miliar, saya kira itu belum cukup. Oleh karena itu, kita harus meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. BPBD saya minta memastikan secara detail lokasi terdampak, kondisi eksisting, serta langkah penanganan yang paling tepat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa sesuai regulasi, dalam kondisi darurat pemerintah daerah diperbolehkan melakukan pembangunan permanen apabila infrastruktur yang rusak mengganggu layanan publik. Dalam konteks ini, jalur Permadi yang terletak di Desa Guci Kecamatan Bumijawa ditetapkan sebagai prioritas utama.

“Penahan jalan di jalur Permadi harus segera diperkuat dengan bronjong. Jika penahannya jebol, air akan langsung masuk ke permukiman Desa Guci. Kita upayakan dukungan dari Provinsi terlebih dahulu, tetapi jika dibutuhkan, dana BTT siap kita kucurkan,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Bencana Guci Tegal: Lereng Slamet Longsor Sebabkan Akses Jembatan Lumpuh, 700 Bibit Pohon Hanyut

BACA JUGA: Setelah Guci, Giliran Rembul dan Bumijawa Tegal Diterjang Bencana Banjir, Angin Kencang hingga Longsor

Bupati juga menginstruksikan pengadaan unit baru untuk Jembatan Curug Jedor untuk mendukung pemulihan akses wisata,. Sementara itu, pembangunan permanen Jembatan Pancuran 13 dan Pancuran 5 akan menggunakan anggaran sekitar Rp4 miliar dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).

“Kita fokuskan pembangunan infrastruktur yang mampu memulihkan roda ekonomi warga dan UMKM di kawasan wisata,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: