Jika Anda merasa utang semakin menumpuk dan sulit dikendalikan, saatnya untuk mengevaluasi kebiasaan finansial Anda sebelum terlambat.
3. Mengabaikan Tanggung Jawab
Kecanduan pinjol tidak hanya berdampak pada kondisi finansial, tetapi juga mempengaruhi aspek kehidupan lainnya. Banyak orang yang sudah terjebak dalam siklus pinjaman online mulai mengabaikan tanggung jawab mereka, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi.
BACA JUGA: Utang Menggunung? 7 Trik Jitu Agar DC Pinjol Auto Skip
BACA JUGA: Hanya Butuh KTP! Ini 5 Pinjol Cepat Cair dalam 5 Menit di Tahun 2025
Misalnya, seseorang bisa saja menjadi kurang produktif di tempat kerja karena terlalu fokus mencari cara untuk mendapatkan uang guna membayar utang. Ada juga yang mulai mengabaikan keluarga karena stres memikirkan pinjaman yang harus dilunasi.
Jika Anda mendapati diri lebih banyak menghabiskan waktu untuk mencari pinjaman baru daripada menyelesaikan pekerjaan atau menghabiskan waktu dengan keluarga, ini adalah tanda serius bahwa pinjol sudah menguasai hidup Anda.
4. Gangguan Emosi dan Stres Berlebihan
Stres dan kecemasan berlebihan sering kali menjadi efek samping dari kecanduan pinjol. Ketika seseorang terus-menerus terjebak dalam utang yang menumpuk, mereka cenderung mengalami gangguan emosional seperti mudah marah, gelisah, hingga depresi.
Laporan dari Asosiasi Psikolog Indonesia (HIMPSI) menyebutkan bahwa beban utang yang terlalu besar dapat memicu gangguan kesehatan mental, termasuk insomnia dan gangguan kecemasan (HIMPSI, 2024).
BACA JUGA: Uang Rp50 Juta Bisa Cair, Ini Trik Lolos Pengajuan Pinjol Bagi Pemula
BACA JUGA: 15 Aplikasi Pinjol Bunga Rendah Tanpa BI Checking, Mudah Cair dan Tak Makan Waktu
Jika Anda merasa cemas setiap kali ada notifikasi dari aplikasi pinjol atau tidak bisa tidur karena memikirkan utang, itu adalah tanda bahwa pinjaman online telah membawa dampak negatif yang serius bagi kesehatan mental Anda.
5. Mengandalkan Bantuan Orang Lain untuk Bayar Utang
Salah satu tanda lain dari kecanduan pinjol adalah ketergantungan pada bantuan orang lain untuk melunasi utang. Jika Anda sering meminjam uang dari teman, keluarga, atau bahkan menjual barang pribadi hanya untuk membayar cicilan pinjol, ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan Anda sudah dalam tahap kritis.
Sebuah studi dari Lembaga Riset Keuangan Indonesia menunjukkan bahwa individu yang kecanduan pinjol sering kali mengandalkan dukungan dari orang terdekat, dan jika tidak dikendalikan, hal ini bisa merusak hubungan sosial mereka (Lembaga Riset Keuangan, 2024).
Cara Mengatasi Kecanduan Pinjol
Jika Anda merasa memiliki beberapa tanda di atas, penting untuk segera mengambil tindakan agar tidak semakin terjerumus dalam masalah keuangan yang lebih dalam. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:
BACA JUGA: Risiko Galbay Pinjol Lebih Besar Dibanding Paylater, Ini Sejumlah Alasannya