1 Ramadhan 1445 H Jatuh Pada 12 Maret 2024 Versi Pemerintah, Muhammadiyah Besok Puasa

Minggu 10-03-2024,23:20 WIB
Reporter : Khikmah Wati
Editor : Khikmah Wati

RADAR TEGAL- Penetapan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada 12 Maret 2024 Masehi atau tepat hari Selasa lusa. Hal ini sesuai penetapan dari Kementerian Agama (Kemenag), Minggu, 10 Maret 2024 dalam sidang isbat.

Sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1445 H itu diikuti oleh ketua komisi 8 DPR RI, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia, dan lainnya. Sidang isbat ini dibagi menjadi tiga tahap.

Pertama, pemaparan posisi hilal 1 Ramadan 1445 H berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi) oleh Tim Hisab dan Rukyat Kemenag mulai pukul 17.00 WIB. Sesi dalam penetapan 1 Ramadhan 1445 H ini terbuka untuk umum dan disiarkan secara live di channel YouTube Bimas Islam.

Kedua, sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1445 H yang digelar secara tertutup setelah salat Magrib. Selain data hisab (informasi), sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatulhilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 134 lokasi di seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1445 H Tegal dan Sekitarnya, Cek Selengkapnya di Sini

Ketiga, konferensi pers hasil sidang Isbat penetapan 1 Ramadhan 1445 H yang juga disiarkan melalui media sosial Kemenag RI.

Sebelum penetapan 1 Ramadhan 1445 H, Kemenag telah menggelar pemantauan hilal. Hasilnya, posisi hilal masih rendah di Indonesia atau masih berada di kurang dari 1 derajat.

Terkait penetapan 1 Ramadhan 1445 H ini, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, penetapan ini telah ditetapkan secara bersama dan mufakat.

"Sidang isbat secara mufakat menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024," kata Yaqut di Kemenag, Minggu, 10 Maret 2024 dikutip dari Disway.id

BACA JUGA: 7 Ide Bisnis di Bulan Ramadhan, Puasa Lebih Produktif Bisa Hasilkan Uang Tambahan

Berdasarkan keterangan Cecep Nurwendaya, anggota tim hisab Kemenag, di Kantor Kemenag, Jakarta, Minggu, 10 Maret 2024, tinggi bulan posisi yang menunjukkan posisi hilal itu berada di atas ufuk, di Indonesia masih sangat rendah kurang dari 1 derajat. Cecep mengatakan hasil kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia dan Singapura), kriteria visibilitas hilal berubah menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

"Berdasar Kriteria MABIMS (3-6,4) tgl 29 Sya'ban 1445 H/10 Maret 2024 M posisi hilal di seluruh wilayah NKRI belum masuk kriteria minimum tinggi hilal 3° dan elongasi 6,4°, sehingga tanggal 1 Ramadan 1445 H secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Selasa Pon, tanggal 12 Maret 2024 M," ujarnya.

"Di seluruh wilayah NKRI termasuk di kota Sabang Provinsi Aceh belum masuk kriteria Imkan rukyat MABIMS (3-6,4%),” jelas Cecep.

Oleh karenanya hilal menjelang 1 Ramadhan 1445 H pada hari rukyat secara teoritis dapat diprediksi tidak akan terukyat.

Kategori :