Alasan Ogoh - ogoh Harus DiBakar Setelah Selesai Diarak, Mengapa Demikian?

Jumat 28-07-2023,20:36 WIB
Reporter : Lawrentia Agfa
Editor : Lawrentia Agfa

RADAR TEGAL - Sehari sebelum merayakan hari raya nyepi, umaht Hindu di Bali biasa melaksanakan tradisi yang bernama pengrupukan. Di hari yang sama ini, juga akan dilaksanakan tradisi ngarak ogoh - ogoh.

Ogoh - ogoh merupakan sebuah karya seni dari pemuda - pemuda masing - banjar, berupa jenis patung. Patung ini merupakan tokoh Hindu yang dikenal dengan nama Bhuta Kala.

Pengarakan ogoh - ogoh ini biasanya akan dilakukan pada malam hari, yang biasanya diiringi dengan gamelan. Gamelan ini dikenal dengan nama Blegajur.

Adanya ogoh - ogoh berupa patung yang diarah ini konon adalah simbol dari adanya keburukan yang berasal dari sifat manusia. Selain itu juga sebagai bentuk hal - hal negatif yang berada pada alam semesta.

Artikel di bawah ini RADAR TEGAL akan membagikan informasi berkaitan dengan ogoh - ogoh dan alasan ogoh - ogoh harus dibakar setelah selesai diarak. Yuk simak bareng - bareng!

BACA JUGA: 4 Tradisi Unik Desa Sukomarto Temanggung, Suasana Makin Meriah Ada Lomba Balap Lari Bebek Betisan

 

Sejarah singkat ogoh - ogoh

Tepatnya tahun 1983, pada saat itu perwujudan Bhuta Kala mulai dibuat menjadi patung ogoh - ogoh dengan tujuan menyambut hari raya nyepi. Asal kata ogoh - ogoh yaitu ogah - ogah yang dalam bahasa Bali bermakna sesuatu yang digoyang - goyangkan atau digerak - gerakan.

Nah oleh karenanya, mulai tahun 1983 tadi masyarakat Bali mulai membuat ogoh - ogoh. Hingga saat ini, tradisi tersebut masih ada bahkan diikut sertakan dalam Pesta Kesenian Bali.

BACA JUGA: Mengenal Tradisi Ruwat Bumi di Guci: Suatu Bentuk Rasa Syukur Kepada Tuhan Setiap 1 Suro

 

Tujuan dilaksanakannya perayaan ogoh - ogoh

Seperti yang telah dijelaskan dalam sejarah singkat ogoh - ogoh di atas, ogoh - ogoh merupakan perwujudan dari Bhuta Kala. Adapun tujuan pelaksanaan dari adanya perayaan tersebut adalah sebagai bentuk keinsyafan yang dilakukan manusia terhadap kekuatan alam semesta dan juga waktu.

Adapun yang dimaksudkan dengan kekuatan tersebut diantaranya berupa kekuatan Bhuana Agung atau alam raya, dan juga Bhuana Alit atau kekuatan dari diri manusia. Jika dilihat dari sisi filsafat, adanya kekuatan - kekuatan ini dimaksudkan mampu menghantarkan makhluk hidup beserta seluruh dunia.

Kategori :