Italia vs Bosnia, Awasi Intimidasi Immobile

Jumat 04-09-2020,06:20 WIB

Januari 2020 menjadi bulan yang kelam bagi winger Timnas Italia, Nicolo Zaniolo. Tepatnya pada 13 Januari 2020, Ia divonis cedera berat ketika timnya, AS Roma dipermalukan 0-1 Juventus.

Cedera itu didapatkan setelah dijatuhkan oleh gelandang Belanda Matthijs de Ligt pada menit ke-32. Saat itu, peluang Zaniolo untuk tampil di Euro 2020 termasuk UEFA Nation League 2020 bersama Azzurri (julukan timnas Italia) menjadi kecil.

Beruntung, pandemi membuatnya berubah. Perhelatan Euro 2020 diundur setahun. Butuh waktu enam bulan bagi Zaniolo untuk rehat hingga akhirnya bisa dipercaya pelatih Italia Roberto Mancini untuk kembali menjadi winger.

Sebelumnya, Roberto Mancini mengaku kebingungan menempatkan posisi Zaniolo di skuad. Namun, pemain yang ikut meloloskan Italia ke fase grup Piala Euro membuat mantan Pelatih Inter itu menegaskan, gelandang berusia 20 tahun itu memiliki potensi yang besar untuk menjadi pemain berkualitas.

Ya, Zaniolo melakoni debutnya di timnas Italia pada November 2019, saat Gli Azzurri menumbangkan Armenia, sembilan gol tanpa ampun. Hingga kini, Zaniolo telah mengemas lima caps dan mencetak dua gol buat Gli Azzurri di semua ajang.

''Zaniolo adalah embrio generasi emas Italia masa depan. Jadi jangan beri dia ekspektasi yang besar,'' kata Mancini seperti dikutip Football Italia, kemarin.

Kendati demikian, Mancini sejatinya beranggapan bahwa Zaniolo bisa memberikan dampak besar bagi timnya. Termasuk saat meladeni Bosnia Herzegovina di gelaran perdana UEFA Nations League (UNL) 2020/2021 Liga A Grup 1 di Stadion Artemio Franchi, dini hari nanti (Live Mola TV Pukul 01.45 WIB).

Ditambah lagi, peran Zaniolo di lini serang makin dieksploitasi dengan kehadiran winger Fiorentina, Federico Chiesa dan sang Capocannoniere Serie A, Ciro Immobile.

Target Mancini terbilang muluk, Azzurri wajib merebut Piala Eropa serta Piala Dunia. Sementara, ajang UEFA Nations League hanya sebagai permulaan Italia membangun formula tempur setelah absen lama dari perhelatan Eropa sejak November 2019.

"Tentunya kami harus punya mimpi untuk diwujudkan. Termasuk memberi tropi Italia di Piala Eropa dan Piala Dunia," sesumbar Mancini seperti dilansir dari laman resmi FIGC (Federasi Sepak bola Italia), beberapa waktu lalu.

Bagi Mancini, Bosnia & Herzegovina menjadi duri kecil dalam ambisi juara Piala Dunia empat kali tersebut. Meskipun, dari dua pertemuan terakhir, Italia merebut semua kemenangan tak lebih dari tiga gol.

"Bosnia bisa memberi kami kesempatan untuk mengevaluasi tim sebelum ke Amsterdam (kontra Belanda)," tambah pelatih berusia 55 tahun itu.

Berlaga di UEFA Nation League, Italia membawa 37 nama sebagai persiapan menghadapi laga ini dan penampilan kedua meladeni Belanda pada Rabu (9/9) mendatang.

Sayang saat bertemu Belanda, Zaniolo tidak akan bertemu dengan Matthijs de Ligt yang masih dibekap cedera bahu. Dua bek senior Juventus, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci turut dipanggil oleh Mancini dalam misi di Nations League itu.

Sementara Bosnia & Herzegovina tak mau mengulang lagi kejadian pahit melawan Italia untuk ketiga kalinya. Pelatih Dusan Bajevic berharap anak asuhnya dapat bermain maksimal agar tetap bertahan di Liga A dan terhindari dari degradasi ke Liga B.

Tags :
Kategori :

Terkait