Pemprov Jateng Tanggung Biaya Kos Mahasiswa NTT Terdampak Bencana
BANTUAN - Pemprov Jateng mengucurkan bantuan Rp374 juta untuk biaya sewa kos mahasiswa asal NTT terdampak bencana gempa bumi.-istimewa-
Ringkasan Cepat:
- Bantuan Pendidikan: Pemprov Jateng menyalurkan bantuan subsidi sewa tempat tinggal (kos) selama tiga bulan bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Latar Belakang: Bencana gempa bumi di NTT melumpuhkan perekonomian keluarga mahasiswa, sehingga pengiriman biaya hidup dan tempat tinggal terhambat.
- Total Anggaran: Total dana bantuan yang dikucurkan mencapai Rp374.247.000.
- Kolaborasi Pemangku Kepentingan: Bantuan dialokasikan melalui Baznas Jateng (Rp25.845.000) dan Bank Jateng (Rp348.402.000) berdasarkan hasil verifikasi Dinas Sosial Jateng.
- Inklusivitas Bantuan: Skema penyaluran mencakup seluruh mahasiswa terdampak tanpa membedakan latar belakang agama.
SEMARANG, radartegal.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengucurkan jaring pengaman sosial bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi di Jateng. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan studi para mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana alam.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur tidak hanya merusak fasilitas umum dan infrastruktur pemukiman, tetapi juga menghentikan roda perekonomian warga lokal. Dampak finansial ini beruntun hingga ke Jawa Tengah, tempat ribuan anak muda NTT menuntut ilmu.
Melihat kondisi darurat tersebut, Pemprov Jateng mengambil tindakan nyata guna memastikan para mahasiswa tidak terancam putus kuliah atau kehilangan tempat tinggal.
Dampak Gempa NTT Lumpuhkan Ekonomi Keluarga Mahasiswa
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah, Imam Maskur, menyatakan bahwa kebijakan penyaluran bantuan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. Pihaknya bergerak cepat setelah menerima aspirasi dan mendata kondisi lapangan para mahasiswa.
BACA JUGA:Strategi Pemprov Jateng Lestarikan Bahasa Jawa Lewat Kebiasaan dan FTBI 2026
BACA JUGA:Kolaborasi BOPPJ dan Pemprov Jateng Perkuat Pesisir Pantura Lewat Mangrove
Bencana gempa bumi di daerah asal membuat pendapatan orang tua mahasiswa merosot tajam, bahkan sebagian besar kehilangan mata pencaharian. Situasi sulit ini berakibat langsung pada tersendatnya pasokan dana bulanan dari kampung halaman.
"Keluarga mereka banyak yang terimbas bencana gempa. Otomatis pendapatan berkurang, bahkan ada yang tidak bisa bekerja lagi. Pak Gubernur merespons cepat keinginan mahasiswa ini dengan memberikan subsidi biaya kos selama tiga bulan," ujar Imam, Jumat (9/10/2026).
Sebelumnya, Pemprov Jateng juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan harian para mahasiswa tersebut.
Kolaborasi Bantuan Rp374 Juta Melalui Baznas dan Bank Jateng
Guna merealisasikan program subsidi hunian sementara ini, Pemprov Jateng mengandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah dan Bank Jateng. Skema pendanaan kolaboratif ini berhasil menghimpun total anggaran sebesar Rp374.247.000.
BACA JUGA:Ahmad Luthfi Minta 4,2 Juta UMKM di Jateng Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
BACA JUGA:Kasus Perundungan di Pemalang, Gubernur Jateng Minta Sekolah Perketat Pengawasan
Rincian alokasi dana bantuan tersebut mencakup kucuran dari Bank Jateng senilai Rp348.402.000 dan kontribusi Baznas Jateng sebesar Rp25.845.000.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


