Gubernur Ahmad Luthfi Minta Budaya Antikorupsi Mendarah Daging di ASN Jateng
ANTIKORUPSI- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta agar budaya antikorupsi selalu melekat dalam diri Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerjanya, agar selalu tercipta pemerintahan yang bersih. -ISTIMEWA-
SEMARANG, radartegal.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan sistem pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, secara tegas meminta agar budaya antikorupsi benar-benar mendarah daging dan melekat kuat dalam diri setiap Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pesan krusial tersebut disampaikan langsung oleh Luthfi saat memberikan arahan dalam agenda 'Sosialisasi Penguatan Integritas, Budaya Antikorupsi, dan Gratifikasi'. Kegiatan strategis ini diselenggarakan di Gedung Merah Putih, yang berada di dalam kompleks kantor Pemprov Jawa Tengah di Kota Semarang, pada hari Rabu 30 September 2026.
Menurut Luthfi, budaya antikorupsi harus tumbuh murni dari kesadaran nurani, bukan semata-mata karena ketakutan terhadap aparat hukum.
“Budaya antikorupsi itu, ada orang atau tidak, ada orang KPK atau tidak, ada polisi maupun jaksa atau tidak, Anda tetap tidak melakukan korupsi. Itulah yang dinamakan budaya,” ujar Luthfi dengan nada tegas di hadapan para abdi negara.
BACA JUGA: Gubernur Jateng Beri Penghargaan 29 Pendonor Darah Asal Tegal
BACA JUGA: Nobar Gratis FIFA ASEAN Cup 2026 di Kantor Gubernur Jateng: Ada Cemilan Gratis dan Doorprizenya
Ia memaparkan bahwa salah satu tantangan paling berat dan kompleks dalam menjalankan roda reformasi birokrasi adalah membangun sebuah budaya baru. Jika struktur organisasi, jumlah personel, maupun penempatan sumber daya manusia (SDM) birokrasi sangat mudah untuk dibentuk, maka membangun kesadaran dan kebiasaan bersih membutuhkan proses yang jauh lebih panjang.
Luthfi mencontohkan, budaya antikorupsi sangat erat kaitannya dengan kedisiplinan yang tumbuh dari kesadaran pribadi, bukan dari paksaan. Karena itu, berbagai instrumen yang sudah ada, seperti nota kesepahaman, pakta integritas, maupun pengawasan berjenjang, wajib dibarengi kesadaran moral dari masing-masing aparatur.
Integritas Sebagai Marwah Pejabat Publik
Bagi Gubernur Luthfi, integritas adalah harga mati dan identitas utama bagi seorang pelayan masyarakat.
“Integritas itu adalah marwah seorang ASN, marwah pejabat publik. Dia harus punya nyali, dia punya integritas. Nyali untuk apa? Nyali untuk secara tegas tidak bertindak korupsi,” tegasnya memotivasi peserta.
BACA JUGA: New Honda Vario EVO 160 Tembus 131 Km/Jam, Curi Perhatian di Gubernur Jateng Drag Bike Solo
BACA JUGA: Gubernur Luthfi Turun Tangan, Hak Bansos Lansia Korban Penyalahgunaan KTP Akhirnya Dipulihkan
Menurut mantan Kapolda Jateng ini, memegang teguh integritas menjadi poin yang semakin vital bagi seorang pemimpin. Hal ini dikarenakan setiap perilaku, sikap keseharian, hingga tutur kata seorang pemimpin akan selalu membawa nama baik institusi yang dipimpinnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



