Turun Gunung! Gibran dan Ahmad Luthfi Jenguk 700 Korban Keracunan MBG di Batang

Turun Gunung! Gibran dan Ahmad Luthfi Jenguk 700 Korban Keracunan MBG di Batang

JENGUK KORBAN- Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau langsung para korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batang.-ISTIMEWA-

BATANG, radartegal.com — Insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang langsung mendapat perhatian serius dari jajaran petinggi negara.

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau kondisi para pasien yang terdampak musibah tersebut pada Senin 28 September 2026. Kehadiran dua tokoh penting ini bertujuan untuk memastikan penanganan medis berjalan maksimal.

Dalam kunjungan kemanusiaan di tengah proses penanganan darurat itu, baik Gibran maupun Ahmad Luthfi tampak mendatangi tempat tidur pasien satu per satu. Keduanya menyempatkan diri berdialog secara langsung untuk mengetahui secara pasti kondisi kesehatan terkini dari para korban.

Ratusan Terdampak, 34 Pasien Masih Dirawat Inap

Berdasarkan data resmi yang dihimpun per hari ini pukul 07.00 WIB, skala insiden ini terbilang cukup masif. Jumlah total penerima manfaat program MBG yang dilaporkan terdampak dugaan keracunan telah mencapai lebih dari 700 orang.

BACA JUGA: Rahasia Motor Listrik Tangkas X7 New yang Dijajal Wapres Gibran

BACA JUGA: Wapres Gibran Tinjau Bencana Tanah Gerak Tegal, Perintahkan Relokasi Warga Padasari Dipercepat

Meski jumlahnya fantastis, sebagian besar dari ratusan korban tersebut kondisinya sudah membaik sehingga telah diperbolehkan menjalani rawat jalan atau dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun, masih ada puluhan warga yang membutuhkan observasi ketat.

"Sebanyak 34 pasien hingga saat ini masih harus menjalani perawatan intensif. Pasien-pasien tersebut tersebar di sejumlah fasilitas layanan kesehatan, yakni di RSUD Batang, RSUD Limpung, serta Puskesmas Bawang," ungkap tim penanganan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang Ida Susilaksmi, menjelaskan bahwa rentang usia penerima manfaat MBG yang menjadi korban sangat beragam. Program prioritas ini tidak hanya menyasar peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, melainkan juga menyentuh kelompok rentan lainnya, termasuk balita dan kalangan ibu hamil.

Mengenai kondisi 34 pasien yang masih tertahan di fasilitas kesehatan, Ida membawa kabar yang cukup melegakan.

"Dari laporan semua fasilitas kesehatan yang saat ini sedang merawat, semua pasien dalam kondisi terhidrasi dengan baik dan sudah memasuki fase pemulihan," katanya menegaskan.

BACA JUGA: Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Korban Tanah Gerak di Padasari Tegal

BACA JUGA: Terus Digencarkan, Gubernur Ahmad Luthfi Dampingi Wapres Gibran Tinjau CKG dan Speling di Salatiga

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: