Sawah Terancam Kering, Bupati Tegal Desak Penanganan Bendung Danawarih dan Cipero

Sawah Terancam Kering, Bupati Tegal Desak Penanganan Bendung Danawarih dan Cipero

DESAK PENANGANAN- Bupati Tegal mendesak Kementan mempercepat Penanganan Bendung Danawarih dan Cipero yang rusak demi menyelamatkan ribuan hektar sawah dan target swasembada.--

SLAWI, radartegal.com — Sektor pertanian di Kabupaten Tegal kini dihadapkan pada ancaman serius akibat rusaknya infrastruktur pengairan utama. Guna menyelamatkan nasib ribuan hektar lahan sawah dan menjaga stabilitas pasokan pangan, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman bergerak cepat mendesak percepatan Penanganan Bendung Danawarih dan Cipero.

Langkah kedaruratan ini disampaikan langsung kepada jajaran pemerintah pusat demi mengantisipasi potensi kegagalan panen yang menghantui para petani lokal di wilayah Pantura.

Permintaan krusial terkait Penanganan Bendung Danawarih dan Cipero tersebut diutarakan langsung oleh Bupati Ischak kepada Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Andi Nur Alam Syah.

Pertemuan strategis ini berlangsung di sela-sela kegiatan Tanam Perdana dan Rapat Koordinasi Program Percepatan Perluasan Areal Tanam (PAT) serta Optimalisasi Lahan Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Kabupaten Tegal, Jumat, 17 Juli 2026.

BACA JUGA: Sokong Ketahanan Pangan Jateng, Bendungan Jlantah Resmi Beroperasi

BACA JUGA: Ngadu ke Kementerian PU, DPRD Kab. Tegal Desak Penanganan Bendung Cipero Tak Lagi Ditunda

Menurut Ischak, kerusakan yang melanda kedua bendung ikonik tersebut sudah masuk dalam kategori mendesak untuk segera diintervensi oleh lintas kementerian. Jika proses perbaikan berlarut-larut tanpa adanya kepastian, pemerintah daerah mengkhawatirkan roda distribusi air irigasi akan tersumbat total.

Dampak sistemik dari macetnya infrastruktur ini dipastikan mengganggu jadwal musim tanam kedua sekaligus menurunkan tingkat produktivitas padi secara masif di tingkat regional.

Melihat rekam jejaknya, Bendung Danawarih sebenarnya baru saja selesai mendapatkan kucuran dana rehabilitasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar kurang lebih Rp60 miliar pada tahun 2025 lalu.

Namun, bangunan vital tersebut kembali mengalami kerusakan struktural parah setelah diterjang banjir bandang luapan sungai pada musim hujan kemarin.

BACA JUGA: Akibat Bendung Cipero Tegal Jebol, Hasil Panen Petani Anjlok Hingga Tinggal 1 Ton

BACA JUGA: Akselerasi Infrastruktur: Bupati Tegal Ischak Tinjau Jalan Balamoa–Kemantran dan Bendungan Cipero

Ambruknya beberapa bagian dinding pembatas membuat debit volume air yang masuk ke saluran pintu pengambilan (intake) mengalami penurunan drastis hingga menyulitkan pasokan air ke sawah warga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: